
Sasamboinside.com – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa kemajuan Kabupaten Lombok Tengah harus diikuti pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat.
Pembangunan tidak boleh hanya menguntungkan kawasan atau kelompok tertentu, tetapi harus membuka kesempatan ekonomi yang lebih luas tanpa menghilangkan karakter dan identitas daerah.
Pesan tersebut disampaikan Gubernur saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kabupaten Lombok Tengah di halaman Kantor Bupati Lombok Tengah, Kamis (15/10/26).
“Pembangunan harus dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pengusaha besar hingga pelaku UMKM mikro. Pembangunan tidak boleh membuat kita menjadi orang asing di kampung halaman sendiri. Pembangunan terbaik adalah pembangunan yang mempunyai karakter,” tegas Miq Iqbal.
Menurut Gubernur, Lombok Tengah telah mengalami perkembangan signifikan dalam beberapa dekade terakhir.
Kehadiran Bandara Internasional Lombok, lembaga pendidikan seperti Politeknik Pariwisata dan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), serta Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika menjadi bagian dari perubahan yang memperkuat posisi daerah tersebut dalam pembangunan NTB.
Miq Iqbal menilai, perkembangan itu menempatkan Lombok Tengah bukan lagi sekadar penonton, melainkan pelaku utama pembangunan.
Karena itu, kemajuan yang telah dicapai harus diterjemahkan menjadi kesempatan yang semakin luas bagi masyarakat untuk terlibat dan memperoleh manfaat ekonomi.
“Hari ini Lombok Tengah bukan lagi penonton, melainkan sudah menjadi pelaku utama pembangunan. Putra-putri Lombok Tengah bahkan diberi amanah untuk memimpin pembangunan di NTB,” ujarnya.
Gubernur juga menyoroti penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGP Mandalika 2026 yang mencatat 157.875 penonton.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan ajang internasional tersebut menjadi salah satu capaian Lombok Tengah sekaligus menunjukkan pentingnya menjaga standar pelayanan publik dan kualitas penyelenggaraan berkelas internasional.
Ia meminta kualitas tersebut tidak hanya hadir ketika ajang besar berlangsung, tetapi menjadi standar pelayanan yang dipertahankan dan ditingkatkan sepanjang tahun.
Dengan demikian, manfaat pengembangan kawasan strategis seperti Mandalika dapat terus diperluas.
Pemerintah Provinsi NTB, lanjut Miq Iqbal, berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah.
Posisi Lombok Tengah sebagai kawasan strategis menjadikan kemajuan daerah tersebut berpengaruh terhadap perkembangan NTB secara keseluruhan.
Dalam momentum hari jadi ini, Gubernur juga mengajak masyarakat merefleksikan perjalanan Lombok Tengah yang menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kekeringan panjang pada era 1970-an, tsunami di pesisir selatan pada 1977, hingga gempa bumi Lombok pada 2018.
Berbagai pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan daerah dalam menghadapi kesulitan dan melanjutkan pembangunan.
“Lombok Tengah saat ini telah menjelma menjadi pusat pertumbuhan baru di NTB dan di Indonesia bagian timur,” ungkapnya.
Peringatan HUT ke-81 Kabupaten Lombok Tengah tahun ini mengusung tema “Kerja Nyata Wujudkan Masmirah”. Tema tersebut menegaskan pentingnya kerja pembangunan yang menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat di Bumi Tatas Tuhu Trasna.
Bagi Lombok Tengah, tantangan berikutnya bukan hanya mempertahankan laju kemajuan, tetapi memastikan hasil pembangunan dirasakan lebih merata.
Pertumbuhan kawasan strategis harus berjalan beriringan dengan penguatan UMKM, terbukanya kesempatan ekonomi, peningkatan kualitas pelayanan publik, dan terjaganya identitas lokal. Dengan demikian, kemajuan Lombok Tengah tidak hanya terlihat dari berkembangnya kawasan, tetapi juga dari meningkatnya kesejahteraan masyarakatnya.(Ftr)














Tidak ada Respon