Sasamboinside.com – Gelaran MotoGP Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika tak hanya menjadi ajang balap motor kelas dunia, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi warga di sekitar kawasan sirkuit.
Salah satunya dirasakan oleh para pengojek yang mengantar penonton menuju tribun.
Namun, di balik peluang tersebut, sejumlah pengojek mengaku mengalami penurunan pendapatan pada gelaran MotoGP tahun ini.
Salah satunya Rano, warga setempat yang sehari-hari berprofesi sebagai pengojek penonton di area parkir Gate 3 Sirkuit Mandalika.
Rano melayani penonton yang hendak menuju tribun I, J, dan K, maupun sebaliknya dari tribun menuju area parkir Gate 3.
Ia mengaku telah menjalani pekerjaan tersebut sejak pertama kali MotoGP digelar di Sirkuit Mandalika.
Menurut Rano, pendapatannya pada tahun-tahun sebelumnya terbilang menjanjikan, terutama selama tiga hari penyelenggaraan balapan.
Pada hari pertama, ia bisa meraup pendapatan sekitar Rp 1 juta hingga Rp 2 juta.
Jumlah itu meningkat menjadi Rp 2 juta hingga Rp 4 juta pada hari kedua.
Sementara itu, pada hari ketiga, pendapatannya bahkan bisa mencapai lebih dari Rp 6 juta dalam sehari.
Untuk sekali perjalanan, Rano mematok tarif Rp 15.000 hingga Rp 20.000, bergantung pada layanan pengantaran penonton dari parkiran menuju tribun maupun sebaliknya.
Namun, kondisi tersebut berbeda pada penyelenggaraan MotoGP Indonesia 2026.
Selama dua hari pertama gelaran, pendapatan Rano jauh lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Kalau sekarang, hari pertama dapat Rp 300.000, hari kedua Rp 350.000,” ujar Rano, Minggu, 11/10/26.
Ia menduga penurunan pendapatan tersebut dipengaruhi oleh bertambahnya jumlah bus yang melayani transportasi penonton dari kawasan Bazaar Mandalika menuju tribun.
Dengan adanya layanan bus tersebut, penonton dapat diantar langsung ke area tribun tanpa harus menggunakan jasa ojek dari parkiran Gate 3.
Kondisi ini membuat peluang para pengojek untuk mendapatkan penumpang menjadi lebih terbatas.
Padahal, bagi Rano dan puluhan pengojek lainnya, gelaran MotoGP menjadi salah satu momentum untuk meningkatkan pendapatan.
Meski demikian, Rano berharap masih ada peluang untuk memperoleh pendapatan lebih besar pada hari terakhir penyelenggaraan MotoGP Indonesia 2026.
Ia juga berharap ajang balap motor dunia tersebut dapat terus digelar setiap tahun di Mandalika.
Menurut dia, kehadiran MotoGP memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar, termasuk warga yang menggantungkan penghasilan dari jasa transportasi bagi penonton.
Bagi Rano, keberlanjutan MotoGP di Mandalika bukan hanya tentang kemeriahan balapan, tetapi juga kesempatan bagi masyarakat lokal untuk ikut merasakan dampak ekonomi dari penyelenggaraan ajang internasional tersebut.
















Tidak ada Respon