Sasamboinside.com – Kelancaran mobilitas penonton menjadi salah satu perhatian utama dalam penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGP Mandalika 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Mengantisipasi lonjakan jumlah penonton dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya, ITDC bersama Dinas Perhubungan NTB, Damri, dan sejumlah pihak terkait menyiapkan sistem transportasi yang lebih terintegrasi.
Chairman MotoGP Mandalika 2026 sekaligus Direktur Utama Operasional ITDC, Troy Reza Warokka mengatakan, konektivitas dan sistem penjemputan penonton telah dipersiapkan melalui kolaborasi lintas sektor.
Menurut dia, transportasi menjadi salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan penyelenggaraan MotoGP Mandalika.
“Ini adalah contoh sinergi yang baik dari kesiapan panitia bersama Dinas Perhubungan Pemprov NTB dan Damri. Faktor kunci suksesnya MotoGP ada di sektor transportasi,” kata Troy, Senin (5/10/2026).
Troy memperkirakan jumlah penonton MotoGP Mandalika tahun ini akan mengalami peningkatan dibandingkan dua tahun sebelumnya.
Karena itu, kapasitas dan pola layanan transportasi harus terus diperkuat.
“Kami memprediksi lonjakan penonton tahun ini akan lebih tinggi dibanding dua tahun lalu, sehingga layanan transportasi harus terus ditingkatkan,” ujar Troy.
Kabid Angkutan Dishub NTB, Khaerul Sobri mengatakan, sejumlah evaluasi dari penyelenggaraan sebelumnya diterapkan pada sistem transportasi MotoGP Mandalika 2026.
Salah satunya dengan memperkuat integrasi antara shuttle bus dari luar kawasan sirkuit dengan shuttle bus yang beroperasi di dalam kawasan Sirkuit.
“Tahun ini ada penambahan titik penghubung (hub). Selain di Eks Bandara Selaparang dan BIZAM, kini kami buka hub baru di Bangsal untuk melayani penonton dari area Tiga Gili, lengkap dengan penyeberangan malam untuk arus balik,” ujar Khaerul.
Selain Bangsal, titik layanan transportasi juga disiapkan di kawasan Senggigi dan Lembar.
Secara keseluruhan, sebanyak 42 unit shuttle luar disiapkan untuk mengangkut penonton menuju Parkir Timur dan Parkir Barat Sirkuit Mandalika.
Dari kantong parkir tersebut, penonton akan melanjutkan perjalanan menggunakan 118 unit shuttle yang beroperasi di dalam kawasan sirkuit.
Untuk memudahkan penonton mengetahui jadwal perjalanan, panitia juga menyiapkan gelang penanda khusus.
Gelang tersebut memuat informasi mengenai jadwal keberangkatan dan kepulangan penonton.
Sistem tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko penonton tertinggal armada ketika hendak meninggalkan kawasan sirkuit.
Sementara itu, perwakilan Damri memastikan seluruh armada yang disiapkan untuk mendukung mobilitas penonton dalam kawasan sirkuit telah dipersiapkan.
Sebanyak 118 unit shuttle bus dalam akan dioperasikan selama gelaran MotoGP Mandalika 2026.
Tak hanya menambah armada, penyelenggara juga menghadirkan layanan yang lebih inklusif bagi penonton penyandang disabilitas.
“Tahun ini ada terobosan baru yaitu penyediaan satu unit bus khusus disabilitas yang akan bergerak secara mobile di semua pintu gerbang (gate),” ujarnya.
Selain itu, Damri menyiagakan armada bus besar atau big bus yang difungsikan sebagai tim “sapu bersih”.
Armada tersebut bertugas memastikan tidak ada penonton yang masih tertinggal di kawasan sirkuit hingga malam hari.
“Kami juga menyiagakan armada bus besar (big bus) sebagai tim ‘sapu bersih’ untuk memastikan tidak ada penonton yang terlantar di sirkuit hingga malam hari,” jelasnya.
Aspek keamanan selama perjalanan juga menjadi perhatian.
Kasub Satgas Kawal MotoGP Mandalika 2026 Kompol Yazona mengatakan, kepolisian menyiapkan personel khusus yang ditempatkan di armada shuttle.
“Di setiap bus shuttle dalam akan ditempatkan petugas kepolisian berseragam untuk menjamin keamanan dan keselamatan penonton selama perjalanan,” kata Yazona.
Selain personel yang ditempatkan di dalam bus, Korlantas Mabes Polri juga mengoperasikan 30 kendaraan pengawalan BKO untuk mendukung pengamanan dan kelancaran arus lalu lintas.
Polisi juga menyiapkan sejumlah skema rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan menuju dan keluar dari kawasan Mandalika.
Penyekatan akan dilakukan di sejumlah titik krusial, termasuk Bundaran Songgong dan Bundaran BIZAM.
Skema contraflow juga telah disiapkan dan akan diterapkan berdasarkan tingkat kepadatan kendaraan di lapangan.
Dengan berbagai skema tersebut, penyelenggara berharap mobilitas penonton MotoGP Mandalika 2026 tidak hanya lebih lancar, tetapi juga aman dan inklusif.















Tidak ada Respon