Sasamboinside.com – Menjelang pelaksanaan MotoGP Mandalika 2026, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) bersama PT Shekhara Sekawan Sejahtera meluncurkan konsep campervan experience dan camping ground bagi wisatawan dan penonton balap.
Konsep tersebut disiapkan sebagai alternatif akomodasi sekaligus menawarkan pengalaman berbeda bagi pengunjung yang datang menyaksikan langsung MotoGP di Pertamina Mandalika International Circuit.
Direktur Utama PT Shekhara Sekawan Sejahtera, Dian Nugroho, mengatakan konsep tersebut menggabungkan gaya hidup camping dengan pengalaman menonton MotoGP dalam satu paket.
“Di MotoGP Mandalika 2026 kita menyajikan satu kemasan paket, baik itu camping experience dan lifestyle dalam satu kesatuan paket,” kata Dian.
Menurut dia, konsep camping selama ini banyak dilakukan di berbagai tempat.
Namun, pengalaman tersebut belum dikemas dalam satu konsep yang terintegrasi.
Karena itu, pihaknya menghadirkan sejumlah pilihan akomodasi alternatif bagi wisatawan yang ingin menikmati MotoGP sekaligus merasakan pengalaman camping.
Salah satunya adalah motorhome dan campervan.
Motorhome menawarkan fasilitas tempat tidur yang berada di dalam kendaraan.
Sementara campervan memiliki konsep kendaraan yang dapat diperluas dengan tenda di bagian atas.
“Ini memberikan pengalaman tersendiri karena menonton MotoGP langsung dari campervan,” ujarnya.
Selain campervan, tersedia pula konsep glamping yang menyasar wisatawan yang menginginkan pengalaman camping dengan fasilitas lebih nyaman.
Shekhara menyiapkan glamping untuk kapasitas dua hingga tiga orang serta empat hingga enam orang.
Pilihan lainnya adalah dome yang ditujukan bagi backpacker maupun komunitas, termasuk wisatawan yang datang dari luar NTB.
Konsep tersebut tidak semata-mata diposisikan sebagai pengganti hotel.
Dian menyebut camping ground tersebut merupakan alternatif akomodasi sekaligus ruang berkumpul bagi komunitas, baik komunitas sepeda motor maupun mobil.
“Kami ingin memberikan alternatif tempat tinggal, tetapi bukan pengganti hotel. Ini adalah pilihan dan bagian dari tren mereka untuk berkumpul sesama komunitas,” katanya.
Untuk memperkuat pengalaman pengunjung, camping ground juga akan dilengkapi berbagai aktivitas selama gelaran MotoGP.
Di antaranya kegiatan nonton bareng atau nobar dengan layar besar, pertunjukan musik langsung, hingga area kuliner yang melibatkan pelaku UMKM.
Seluruh rangkaian aktivitas tersebut akan dikemas selama empat hari tiga malam.
“Kami berharap bisa memberikan kenyamanan dan experience yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya,” kata Dian.
Khusus layanan campervan, wisatawan nantinya akan mendapatkan layanan penjemputan dari bandara.
Pengunjung kemudian akan diajak berkeliling menikmati kawasan Pantai Mandalika sebelum menggunakan campervan selama berada di Lombok.
Saat MotoGP berlangsung, campervan tersebut juga akan mendapatkan akses masuk ke area sirkuit sehingga penonton dapat menyaksikan balapan dari kendaraan.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu daya tarik utama yang ditawarkan dalam paket campervan experience.
Tak hanya itu, campervan juga dilengkapi layanan koki yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan makanan para pengguna.
“Kami siapkan koki untuk memberikan sarapan pagi. Malamnya ada konsep bakar-bakaran, kemudian pagi juga ada barbeque dan lainnya,” ujar Dian.
Pada tahap awal, sebanyak 10 unit campervan yang terdiri dari motorhome dan campervan akan diluncurkan.
Sementara itu, untuk konsep glamping, disiapkan sebanyak 150 unit.
Dian berharap konsep tersebut dapat terus berkembang dan menjadi pilihan baru bagi penonton MotoGP hingga beberapa tahun mendatang.
“Harapan kami ke depannya sampai dengan 2031 ini akan tumbuh dan makin banyak pengunjung atau penonton Grand Prix MotoGP yang menggunakan glamping,” katanya.
Sementara itu, Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, Troy Warokka, menilai konsep camping berbentuk dome saat ini mulai menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.
“Saya melihat bahwa kemah dome itu sekarang sudah menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang,” ujar Troy.
Troy menjelaskan, Camping ground tersebut akan berlokasi di Kuta Beach Park, kawasan The Mandalika.
Menurut Troy, pemilihan lokasi tersebut mempertimbangkan akses dan ketersediaan berbagai fasilitas pendukung.
“Kuta Beach Park ini salah satu center. Fasilitas umum sudah ada, toiletnya juga sudah tersedia, nanti banyak toko dan segala macamnya,” katanya.
Ia menilai kehadiran campervan, glamping, dan dome camping dapat menjadi pengalaman baru bagi wisatawan yang datang ke Mandalika.
“Saya berpikir bahwa ini adalah sebuah hal yang memang baru untuk banyak wisatawan,” ujar Troy.















Tidak ada Respon