Example floating
Example floating

Kejaksaan Percepat Pelimpahan Kasus Korupsi Dump Truck DLH Loteng ke Pengadilan 

A-AA+A++

Sasamboinside.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Tengah mempercepat penyelesaian pemberkasan perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan dump truck dan arm roll pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lombok Tengah Tahun Anggaran 2021.

Seluruh tahapan penyidikan kini difokuskan agar berkas perkara empat tersangka segera dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

1000839310-1227×1536

Kepala Kejaksaan Negeri Lombok Tengah, Putri Ayu Wulandari mengatakan, saat ini tim penyidik tengah merampungkan pemberkasan.

Beberapa tersangka telah menjalani pemeriksaan lanjutan untuk melengkapi berkas perkara.

Selain itu, sejumlah saksi juga kembali dimintai keterangan guna memastikan seluruh alat bukti telah lengkap sebelum pelimpahan.

“Saat ini kami fokus pada penyelesaian pemberkasan. Beberapa tersangka telah dilakukan pemeriksaan ulang, demikian pula sejumlah saksi. Semua dilakukan untuk memastikan berkas perkara lengkap sehingga dapat segera kami limpahkan ke pengadilan. Kami tidak ingin ada lagi perkara yang berlarut-larut,” ujar Putri dalam keterangan tertulisnya, Senin, 29 Juni 2026.

Menurut Putri, Kejari Lombok Tengah juga telah melakukan koordinasi dengan Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat untuk mempercepat proses administrasi dan memastikan pelimpahan perkara berjalan sesuai ketentuan.

“Kami telah berkoordinasi dengan Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat. Apabila tidak ada kendala, setelah pemberkasan selesai perkara ini akan segera kami limpahkan ke Pengadilan Tipikor,” katanya.

Perkara tersebut telah menetapkan empat tersangka, yakni MAA, mantan Kepala DLH Kabupaten Lombok Tengah periode 2020–2021 selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK); SU, mantan Kepala DLH periode 2021–2022 selaku KPA; SA, mantan Kepala Subbidang Perencanaan DLH; serta A, Direktur perusahaan pemenang tender.

Dalam perkara ini, penyidik memperkirakan kerugian keuangan negara mencapai lebih dari Rp700 juta sebagaimana keterangan ahli.

Untuk mempercepat penyelesaian perkara, Kejari Lombok Tengah membentuk tim gabungan dengan mengerahkan tiga pejabat struktural dan seluruh jaksa.

Personel dari Seksi Tindak Pidana Khusus dan Seksi Intelijen bekerja bersama dalam proses penyidikan dan penyelesaian pemberkasan.

Kepala Seksi Intelijen, Alfa Dera, bersama seluruh jaksa intelijen turut diperbantukan sebagai penyidik.

Selain itu, sejumlah pejabat struktural lainnya juga diterjunkan untuk mempercepat penyelesaian berkas perkara sehingga pelimpahan ke pengadilan dapat dilakukan dalam waktu dekat.

“Kami menggabungkan seluruh kekuatan yang ada. Tidak hanya tim dari Seksi Tindak Pidana Khusus, tetapi juga personel Seksi Intelijen serta tiga pejabat struktural kami libatkan agar pemberkasan segera selesai. Target kami jelas, perkara ini segera dilimpahkan ke pengadilan,” kata Putri.

Putri menegaskan, penanganan perkara ini tidak hanya berorientasi pada proses pidana terhadap para tersangka.

Kejari Lombok Tengah juga akan mengoptimalkan upaya pemulihan kerugian keuangan negara melalui penelusuran dan pengembalian aset sesuai mekanisme hukum yang berlaku.

“Penegakan hukum tidak berhenti pada penetapan tersangka atau penuntutan. Pemulihan kerugian keuangan negara juga menjadi fokus kami. Namun seluruh proses tersebut tetap dilakukan sesuai tahapan dan mekanisme hukum yang berlaku,” tegasnya.

Setelah perkara ini memasuki tahap penuntutan, Kejari Lombok Tengah akan kembali memfokuskan penanganan pada perkara-perkara tindak pidana korupsi lainnya yang menjadi prioritas.

Langkah percepatan ini merupakan bagian dari komitmen Kejari Lombok Tengah untuk menghadirkan penegakan hukum yang cepat, profesional, transparan, serta memberikan kepastian hukum kepada masyarakat.

IMG-20260417-WA0003