Sasamboinside.com – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB, H. Lalu Wiranata membuka kegiatan Pendampingan Standar Produksi IKM Bahan Bangunan Berbasis Limbah Batu Bara Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang berlangsung di Fave Hotel Mataram, Selasa (19/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi langkah nyata Pemerintah Provinsi NTB dalam mendorong pengembangan industri kecil menengah (IKM) yang inovatif, berkelanjutan, dan ramah lingkungan melalui pemanfaatan limbah batu bara berupa fly ash dan bottom ash (FABA) sebagai bahan baku alternatif produk bahan bangunan.
Dalam sambutannya, Lalu Wiranata mengatakan produk berbasis FABA memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan dalam pembangunan berbagai fasilitas, mulai dari kantor, sekolah hingga infrastruktur lainnya.
Namun demikian, ia menegaskan seluruh produk yang dihasilkan harus memenuhi standar produksi yang baik, aman digunakan masyarakat, serta sesuai dengan ketentuan teknis yang berlaku.
“Produk yang dihasilkan harus memiliki kualitas yang baik dan aman digunakan masyarakat. Karena itu, pendampingan standar produksi ini sangat penting agar pelaku IKM mampu menghasilkan produk yang memenuhi standar,” ujarnya.
Menurutnya, pemanfaatan FABA juga menjadi bagian dari penerapan konsep ekonomi hijau atau green economy yang tidak hanya memberikan nilai tambah ekonomi, tetapi sekaligus membantu mengurangi dampak limbah industri terhadap lingkungan.
Melalui inovasi tersebut, pelaku IKM diharapkan mampu menciptakan produk bernilai jual tinggi sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan dan ramah lingkungan di NTB.
Program pendampingan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pelaku IKM, mulai dari proses produksi, pengendalian mutu hingga pengembangan produk agar mampu bersaing di pasar konstruksi.
Pemerintah Provinsi NTB melalui Disperindag terus berkomitmen memperkuat sektor industri kecil dan menengah guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat menuju NTB Makmur Mendunia.













Tidak ada Respon