Sasamboinside.com – GT World Challenge Asia 2026 di Mandalika International Circuit langsung menghadirkan persaingan ketat sejak hari pertama, Jumat (1/5), melalui sesi Official Practice, Bronze Session, dan Pre-Qualifying yang menjadi tolok ukur awal kekuatan tim dan pembalap.
Pada sesi Official Practice, Team KRC yang diperkuat Cunfan Ruan dan Jesse Krohn tampil dominan dengan catatan waktu 1 menit 28,663 detik, unggul tipis atas Absolute Racing.
Sean Gelael menunjukkan performa menjanjikan dengan finis di posisi ketiga sekaligus menjadi yang tercepat di kelas Silver menggunakan Ferrari 296 GT3 Evo.
Persaingan berlanjut di sesi Bronze Session yang didominasi Porsche 911 GT3 R (992) Evo.
Anthony Xu Liu dan Loek Hartog mencatat waktu terbaik 1 menit 29,414 detik, unggul tipis 0,011 detik dari pesaing terdekat.
Pembalap Indonesia kembali tampil kompetitif melalui Andrés Pato di posisi ketiga serta Setiawan Santoso di posisi keempat.
Memasuki sesi Pre-Qualifying, intensitas persaingan meningkat. Andrés Pato tampil sebagai yang tercepat dengan waktu 1 menit 28,708 detik, sementara Sean Gelael tetap konsisten berada di 10 besar.
Sesi ini juga diwarnai banyak pelanggaran track limits yang menyebabkan sejumlah catatan waktu dibatalkan, menegaskan ketatnya karakter lintasan Mandalika International Circuit.
Dalam sesi jumpa pers, Sean Gelael menegaskan target meraih kemenangan dan menilai Mandalika International Circuit menantang karena kombinasi sektor cepat dan teknikal.
“Sirkuit ini sangat enjoyable, dari layout hingga pemandangan. Kombinasi high speed dan tekniknya membuat balapan di sini selalu menarik, dan saya yakin akhir pekan ini akan penuh aksi,” ujar Sean.
Sean juga menyoroti tantangan teknis lintasan Mandalika International Circuit, terutama dalam menentukan setup mobil yang harus mampu mengakomodasi karakter tikungan cepat dan lambat secara seimbang.
Selain itu, kondisi lintasan yang terus berkembang sepanjang sesi turut menjadi faktor penting dalam strategi balap.
“Target saya selalu nomor satu. Semua tim punya tujuan yang sama, tapi kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk meraih hasil terbaik,” tegasnya.
Sementara itu, Fitra Eri yang akan berlaga di Subaru BRZ Super Series sebagai supporting race juga memuji karakter Mandalika International Circuit. Ia menilai lintasan ini sangat cocok untuk balap roda empat meski awalnya dirancang untuk MotoGP.
“Dari high speed hingga low speed, semuanya lengkap. Ditambah pemandangan pantai dan bukit yang eksotis, ini membuat pengalaman balap di Mandalika sangat berbeda,” jelas Fitra.
Fitra juga mengungkapkan dirinya datang lebih awal untuk menambah jam terbang dan beradaptasi dengan mobil penggerak roda belakang yang menjadi tantangan tersendiri musim ini.
Sementara itu, David Tjiptobiantoro mengonfirmasi tidak mengikuti seri Mandalika tahun ini.
Meski absen dari lintasan, David tetap hadir untuk memberikan dukungan kepada para pembalap Indonesia serta mendukung penyelenggaraan GT World Challenge Asia di Mandalika.
“Awalnya memang belum tentu bisa hadir, dan pada akhirnya saya tidak ikut balapan di Mandalika kali ini,” ungkap David. Ia juga menilai kehadiran ajang internasional di Mandalika menjadi momentum penting bagi perkembangan motorsport nasional.
Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association, Priandhi Satria, menyampaikan apresiasi atas kehadiran pembalap Indonesia di ajang internasional ini.
“Kehadiran pembalap Indonesia seperti Sean Gelael di GT World Challenge Asia menunjukkan bahwa talenta nasional mampu bersaing di level internasional. Mandalika akan terus menjadi rumah bagi ajang balap kelas dunia sekaligus panggung bagi pembalap Indonesia untuk bersinar,” ujarnya.
Mandalika Festival of Speed (MFoS)
Di ajang Krida Agya OMR Kartini, Clio Tjonnadi tampil impresif sebagai yang tercepat dengan catatan waktu 2 menit 14,910 detik sekaligus mencatat top speed tertinggi 139,5 km/jam.
Alinka Hardianti dan Alexandra Asmasoebrata melengkapi posisi tiga besar.
Di kelas Superstars Sportscar Series, Yasuo Senna Iriawan mendominasi sesi Official Practice 2 dengan waktu 1 menit 36,868 detik, unggul tipis atas Nadeem Rustombi.
Sementara itu, Aditya Tania menjadi yang tercepat di kelas GT4 dan Fendy Yoman memimpin kelas M2 T.
Persaingan ketat juga berlangsung di Subaru BRZ Super Series. Rio SB mencatat waktu tercepat 1 menit 52,198 detik, hanya unggul 0,085 detik dari Fitra Eri.
Sudarmono memimpin kelas Pro-Am, sedangkan Hery Wirawan menjadi yang terbaik di kelas AM.
Dominasi Yasuo Senna berlanjut di sesi MFoS Time Attack Session 1 menggunakan Radical SR10 XXR dengan catatan waktu terbaik 1 menit 34,314 detik.
Rangkaian GT World Challenge Asia dan MFoS 2026 akan berlanjut pada Sabtu (2/5) melalui sesi kualifikasi, Race 1, dan Pit Walk yang memberi kesempatan penonton merasakan atmosfer paddock secara langsung.
“Performa kompetitif sejak sesi latihan menunjukkan potensi pertarungan sengit sepanjang akhir pekan, dengan kehadiran pembalap Indonesia semakin memperkuat daya tarik sekaligus mendorong perkembangan motorsport nasional,” tutup Priandhi.




















Tidak ada Respon