Sasamboinside.com – Sebanyak 50 putri terbaik milik Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Lombok Tengah (Loteng) tampil memukau dalam karnaval puncak Festival Bau Nyale 2026 yang berlangsung meriah di kawasan Kuta Mandalika, Kecamatan Pujut, Jumat (6/2).
Kehadiran para siswi yang mengenakan busana bernuansa budaya Sasak itu sukses mencuri perhatian masyarakat dan wisatawan yang memadati lokasi acara.
Kepala MAN 1 Lombok Tengah, H. Masdiono, mengatakan partisipasi puluhan siswinya merupakan bentuk dukungan nyata madrasah dalam menyukseskan gawe budaya masyarakat Sasak yang digelar setiap tahun tersebut.
Menurutnya, Bau Nyale bukan sekadar tradisi, tetapi juga simbol pelestarian nilai sejarah dan identitas daerah.
“Sebagai bagian dari masyarakat Sasak, kami memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga dan mempertahankan budaya serta adat istiadat leluhur, termasuk event Bau Nyale ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam kegiatan karnaval tersebut pihaknya menerjunkan 50 putri terbaik MAN 1 Loteng untuk berbaur bersama peserta lain dari berbagai instansi dan komunitas.
Kehadiran para siswi itu diharapkan mampu memberikan warna tersendiri sekaligus menunjukkan kreativitas generasi muda dalam melestarikan budaya lokal.
“Dalam event ini, kami menerjunkan 50 putri terbaik MAN 1 Loteng untuk ikut berbaur bersama peserta lain memeriahkan puncak Bau Nyale di Kuta, Kecamatan Pujut,” katanya.
Masdiono menambahkan, pengiriman delegasi tersebut menjadi bentuk partisipasi aktif madrasah dalam mendukung agenda budaya daerah.
Selain itu, keikutsertaan siswa juga diharapkan mampu mendorong semangat generasi muda agar tetap mencintai tradisi lokal di tengah arus modernisasi.
Menurutnya, karnaval Bau Nyale bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga potret kebudayaan dan ruang ekspresi kreativitas masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, para siswa dapat belajar secara langsung mengenai nilai kebersamaan, seni, serta pentingnya menjaga identitas daerah.
“Yang jelas, karnaval ini adalah potret kebudayaan dan ekspresi kreativitas. Kami ingin siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap budaya,” jelasnya.
Sebagai lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama Lombok Tengah, lanjut Masdiono, MAN 1 Loteng selalu berupaya mengambil peran dalam setiap kegiatan yang diinisiasi pemerintah daerah.
Partisipasi tersebut merupakan bentuk sinergi antara dunia pendidikan dan pemerintah dalam memajukan daerah.
Ia menegaskan, keterlibatan madrasah dalam Festival Bau Nyale juga menjadi wujud dukungan terhadap upaya pemerintah daerah dalam menggerakkan ekonomi lokal melalui sektor pariwisata budaya.
“Apa yang kami lakukan tentu bagian dari saling mendukung dalam menyukseskan program pemerintah daerah sekaligus kontribusi nyata madrasah untuk Lombok Tengah,” pungkasnya.