Sasamboinside.com – Yayasan Gema Pemuda Negeri (GEMARI) menggelar kegiatan Pelatihan Sumber Daya Manusia Membangun Desa di Swiss-Belcourt Hotel, Selasa (23/12/2025).
Kegiatan ini menghadirkan kepala desa, perangkat desa, serta aktivis yang bergerak dalam pembangunan desa di Kabupaten Lombok Tengah.
Ketua Yayasan GEMARI, Najamudin, mengatakan pelatihan ini digelar untuk memotivasi dan memberi stimulus agar sumber daya manusia (SDM) di desa semakin siap berkontribusi dalam pembangunan.
“Tantangan desa ke depan semakin kompleks, jadi membutuhkan SDM-SDM andal yang bisa berkontribusi membangun desa,” ujar Najamudin.
Ia menegaskan, SDM desa yang kuat akan mampu mengelola pemerintahan desa dalam situasi apa pun, termasuk ketika terjadi pemotongan dan penghapusan dana desa dari pemerintah pusat.
“Kita ingin, ada atau tidak ada Dana Desa, Pemerintah Desa yang memiliki SDM mumpuni akan mampu mengelola Pemerintahan Desa dengan baik. Mereka bisa mencari potensi Pendapatan yang lain (selain Dana Desa), mereka bisa membangun relasi sehingga tercipta kolaborasi yang baik dengan semua pihak dalam membangun desa,” tambahnya.
Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Lombok Tengah, Tahsin Badri, yang hadir mewakili kepala dinas, mengapresiasi langkah GEMARI.
Menurutnya, penguatan SDM desa bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga lembaga nonpemerintah.
“Saya apresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Yayasan Gema Pemuda Negeri. Ini membuktikan bahwa SDM yang baik itu tidak harus disiapkan oleh Pemerintah. Namun juga harus disiapkan oleh Lembaga nonpemerintah,” kata Tahsin.
Ia berharap kegiatan serupa dapat digelar lebih luas dan berkelanjutan. Tahsin menilai SDM desa yang andal sama artinya dengan menyiapkan masa depan desa yang cerah.
“Kunci pembangunan desa ada di SDM. Menyiapkan SDM yang baik berarti menyiapkan masa depan desa yang gemilang,” ujarnya.
Dalam pelatihan ini, peserta mendapatkan materi terkait pengembangan potensi desa, mulai dari digitalisasi hingga penerapan teknologi tepat guna.
Digitalisasi dinilai menjadi kebutuhan, karena pengelolaan desa kini bergeser dari pola tradisional menuju modern.
Pemanfaatan teknologi informasi tidak hanya untuk pelayanan administrasi desa, tetapi juga untuk mendukung sektor ekonomi, sosial, dan budaya.
Antara lain melalui digitalisasi usaha mikro kecil di desa serta pemanfaatan internet of things (IoT) di bidang pertanian dan peternakan.
Digitalisasi diharapkan mampu memperkuat layanan publik sekaligus membentuk rantai ekonomi desa yang saling terhubung.