Sasamboinside.com – Laskar NTB menegaskan komitmennya untuk terus mengawal jalannya pemerintahan Provinsi NTB dari upaya segelintir kelompok yang kerap menjual isu dan aspirasi rakyat demi kepentingan sempit.
Pernyataan ini disampaikan merespons tuduhan Wink Haris yang menyebut “RIP Demokrasi” di NTB pada Facebook miliknya, yang dinilai keliru dan penuh propaganda.
Ketua Umum Laskar NTB, HM Agus Setiawan menegaskan, demokrasi di NTB masih hidup dan berjalan sehat.
“Bagaimana bisa bicara demokrasi, kalau saat menjadi PNS saja tidak menjalankan tugas bertahun-tahun? Bukankah itu juga bentuk perilaku koruptif?” tegasnya.
“Justru yang merusak demokrasi adalah orang yang menjual aspirasi rakyat. Mereka berteriak soal demokrasi, tapi praktiknya lebih mirip dagang kepentingan,” imbuhnya.
Laskar NTB menyoroti pola gerakan LSM KASTA NTB dan Ketua KNPI NTB yang lebih sering membangun propaganda untuk mencari simpati publik, bukan membela kepentingan rakyat.
“Kalau dapat hibah mobil dan duit dari Pemprov NTB secara legal maupun ilegal kok diam, kenapa tiba-tiba membuat solidaritas seolah-olah paling demokratis? Ini jelas kontradiktif,” tegas Ketua Umum Laskar NTB.
Selain itu, dalam berbagai aksi, LSM KASTA NTB kerap menggunakan kata-kata kasar seperti “bangsat” dan “bajingan”, bahkan mencorat-coret fasilitas umum di Kantor Gubernur NTB.
Perilaku itu dinilai bukanlah wajah demokrasi, melainkan praktik premanisme yang merusak.
Menurut Agus, Laskar NTB hadir bukan atas perintah gubernur, melainkan sebagai gerakan masyarakat yang sadar pentingnya menjaga kepentingan publik.
Tuduhan bahwa Laskar NTB hanyalah alat pemerintah dianggap sesat pikir. Membawa-bawa nama suku dalam narasi politik juga dinilai memperburuk kualitas demokrasi.
“Demokrasi tidak boleh dijadikan komoditas untuk segelintir kelompok. Demokrasi adalah milik rakyat NTB, bukan milik mereka yang menjual isu demi keuntungan pribadi,” pungkas Ketua Umum Laskar NTB.