Sasamboinside.com – Peredaran rokok ilegal di Lombok Tengah masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi aparat penegak hukum.
Meski berbagai upaya gencar telah dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), rokok tanpa pita cukai itu tetap saja membanjiri pasaran.
Kepala Satpol PP Lombok Tengah, Zainal Mustakim, mengakui bahwa fenomena ini tak lepas dari daya tarik rokok ilegal yang begitu laris di tengah masyarakat.
“Secara garis besar bisa disimpulkan bahwa masyarakat sebagai pembeli masih banyak di Lombok Tengah,” kata Zainal, Kamis (24/7/2025).
Zainal menjelaskan, meskipun peredaran rokok ilegal jelas-jelas dilarang dan masuk ranah pidana, upaya pemberantasan di lapangan masih jauh dari kata optimal.
Salah satu kendala utama adalah keterbatasan dalam melakukan operasi penindakan. Selama ini, Satpol PP masih sebatas melakukan penyitaan barang bukti rokok ilegal. Belum ada kasus yang sampai pada tahap penjatuhan sanksi pidana kepada para pelaku.
“Maka peredaran rokok ilegal ini sedikit berani, karena memang belum adanya sanksi tegas padahal sudah ada sanksi pidana,” tegas Zainal.
Kondisi ini disinyalir menjadi celah yang dimanfaatkan oleh para produsen dan distributor rokok ilegal untuk terus menjalankan bisnisnya tanpa rasa takut yang berarti.
Rokok ilegal yang beredar di Lombok Tengah sebagian besar diproduksi di luar wilayah, seperti Pulau Jawa.
Penyelundupannya pun menggunakan berbagai modus, mulai dari memanfaatkan jasa transportasi udara, laut, hingga jalur darat yang luput dari pengawasan ketat.
Modus yang beragam ini mempersulit aparat dalam melacak dan menghentikan mata rantai distribusi rokok ilegal.












