Sasamboinside.com – Ketua Umum Organisasi Masyarakat (Ormas) Laskar Nusa Tenggara Barat (NTB), HM Agus Setiawan, angkat bicara terkait isu yang belakangan mengemuka soal masuknya ormas nasional ke wilayah NTB.
Agus secara tegas menyatakan penolakannya terhadap rencana tersebut. Menurutnya, NTB tidak memerlukan kehadiran ormas-ormas baru yang justru bisa mengganggu stabilitas sosial dan ekonomi daerah.
“Isu terkini tentang ormas yang mau masuk NTB ini kami tolak. Itu tidak penting bagi kami. Kami di NTB sudah punya ormas dan lembaga yang memiliki kapasitas yang teruji, yang telah berpengalaman dalam menangani berbagai persoalan keamanan sosial dan ekonomi masyarakat,” tegas Agus dalam keterangan persnya, Minggu (11/5/2025).
Agus menyebut bahwa kehadiran ormas luar berpotensi membawa niat yang tidak baik, terlebih jika hanya datang untuk mencari keuntungan pribadi dan memperkeruh suasana.
Ia menegaskan bahwa pihaknya akan berada di garda terdepan untuk menolak dan melawan segala bentuk upaya pendirian ormas yang tidak membawa manfaat bagi masyarakat NTB.
“Kami akan berada di garis depan untuk meminta pemerintah daerah tidak mengizinkan operasional ormas-ormas tersebut. Siapa pun, termasuk GRIB atau ormas lain yang coba-coba mendirikan cabang di NTB dengan niat yang tidak baik untuk ‘cari makan’ di sini, kami akan tolak,” katanya tegas.
Menurut Agus, NTB selama ini telah memiliki ormas lokal yang cukup dalam hal menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Pernyataan keras ini menjadi sinyal bahwa Laskar NTB akan terus mengawal ketat perkembangan situasi sosial di wilayahnya, terutama yang berkaitan dengan keberadaan dan aktivitas ormas dari luar daerah.
Sebelumnya, Ketua Umum Ormas Aliansi Rakyat Menggugat (Alarm) NTB, Lalu Hizzi juga menyatakan ketegasannya menolak ormas Grib Jaya masuk di wilayah NTB.
Menurut Hizzi, eksistensi GRIB dinilai tidak sejalan dengan semangat pembangunan daerah, terutama dalam menjaga iklim investasi dan sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi NTB, khususnya di Lombok.
“Alasan saya menolak GRIB ini yang pertama karena visi dan misinya tidak jelas. Kalau kita lihat, ketua umumnya saja adalah mantan preman,” kata Lalu Hizzi.
Menurut Hizzi, NTB tidak kekurangan organisasi kemasyarakatan yang jauh lebih relevan, konstruktif, dan sesuai dengan nilai-nilai lokal.
Ia mencontohkan Pemuda Pancasila, Garda NTB, Laskar Sasak, hingga pamswakarsa yang dipimpin pemuda-pemuda lokal.
“Di sini sudah banyak ormas yang sehat dan sesuai dengan adat ketimuran kita. Mereka menjaga ketertiban, mendukung pembangunan, bukan menebar ketakutan. Jadi, apakah kita butuh organisasi seperti GRIB di NTB? Jawabannya tidak. Sama sekali tidak,” tegasnya.