Komplotan Rampok Berpistol Gasak Uang dan Perhiasan Milik WNA di Lombok Tengah

Sasamboinside.com – Aksi perampokan menggegerkan warga Dusun Pondok Songkar, Desa Aik Mual, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia, MD Salleh, yang sedang menemani istrinya mudik, menjadi korban bersama keluarganya.

Peristiwa mencekam itu terjadi pada Selasa 1 April 2025 dini hari sekitar pukul 03.00 WITA.

Kawanan perampok, yang diperkirakan berjumlah belasan orang, diduga membawa senjata api dan parang.

Mereka berhasil menggasak uang puluhan juta rupiah, 5.000 ringgit Malaysia, serta perhiasan emas seberat puluhan gram dari rumah korban. Total kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Murni, kakak ipar MD Salleh, menceritakan detik-detik menegangkan saat perampokan terjadi di rumahnya.

“Saya terbangun karena mendengar suara ribut dari kamar adik saya. Saya kira adik saya, Munah, bertengkar dengan suaminya. Tapi begitu saya bangun dari tempat tidur, tiba-tiba saya ditodong parang di leher dan pistol oleh salah seorang perampok,” ungkap Murni saat diwawancarai sasamboinside.com di kediamannya, Jumat (4/4/2025).

Murni juga melihat adiknya, Munah, dan suaminya, MD Salleh, dalam situasi serupa.

“Ada perampok yang menodong mereka dengan parang dan pistol. Sementara itu, satu pelaku lain mengacak-acak lemari di kamar adik saya. Jumlahnya ada tiga didalam, mereka menggunakan cadar semua.” ujarnya.

Tak hanya kamar Munah, kamar Murni dan anaknya juga menjadi sasaran penggeledahan para pelaku.

Menurut Murni, komplotan perampok masuk dengan cara mendobrak pintu ruang tamu. Lantaran pintu tersebut ia dapati dalam kondisi rusak. 

Setelah berhasil mengambil uang dan perhiasan, mereka kabur bersama belasan rekannya yang menunggu di luar rumah.

“Mereka lompat tembok seperti ninja dan berlari ke arah selatan,” katanya.

Dari Munah dan MD Salleh, perampok berhasil membawa kabur uang jutaan rupiah, 5.000 ringgit Malaysia, serta perhiasan seperti cincin, kalung, dan gelang dengan total berat sekitar 70 gram.

Sementara dari Murni, pelaku mengambil sepasang anting miliknya, satu anting milik anaknya, dan uang tunai sekitar Rp4 juta.

“Dengan kejadian ini, saya jadi trauma,” tutur Murni.

Murni menambahkan, adiknya dan suaminya rutin mudik setiap tahun dan menginap dirumahnya.

“Tahun lalu juga sempat kemalingan, tapi cuma kalung yang hilang,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *