Tim Inafis Polres Lombok Tengah Evakuasi Orok Bayi di Tiwugalih

Sasamboinside.com – Warga Lingkungan Srigangga, Kelurahan Tiwugalih, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah, digegerkan dengan penemuan orok bayi dalam kondisi membusuk pada Sabtu, 1 Maret 2025, sekitar pukul 14.00 WITA.

Penemuan mengerikan ini pertama kali dilaporkan oleh Erwin, seorang warga asal Kelurahan Jontlak, Praya Tengah, yang sedang berniat memancing di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

Dari pantauan sasamboinside.com di lokasi, kondisi jasad orok bayi tersebut sangat memprihatinkan. Jenis kelamin bayi belum dapat dipastikan karena tubuhnya telah membusuk parah dan dipenuhi ulat serta lalat.

Bagian kaki kiri dan tangan kanan sudah tidak ada, sementara perutnya tampak hancur akibat proses pembusukan. Selain itu, tengkorak kepala orok tersebut juga ditemukan dalam keadaan pecah, menambah kesan tragis dari penemuan ini.

Erwin menceritakan detik-detik penemuan tersebut dengan nada penuh keterkejutan. “Awalnya saya datang dari arah selatan menuju utara untuk memancing. Tiba-tiba saya melihat mayat bayi dalam keadaan membusuk, dikerubungi ulat dan lalat,” ungkapnya.

Spontan, ia terkejut dan segera mengambil inisiatif untuk mencari plastik guna menutupi jasad tersebut agar tidak semakin menarik perhatian.

Setelah itu, Erwin memanggil rekannya yang juga sedang memancing di lokasi yang sama. Bersama-sama, mereka melaporkan kejadian ini kepada warga sekitar, yang kemudian menghubungi pihak kepolisian.

Mendapat laporan dari masyarakat, Tim Inafis Polres Lombok Tengah bergerak cepat menuju TKP untuk melakukan identifikasi dan olah tempat kejadian.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, polisi menduga bahwa orok bayi ini telah dibuang sekitar satu minggu sebelumnya. Dugaan ini didasarkan pada kondisi jasad yang telah membusuk parah dan dipenuhi ulat, menunjukkan bahwa bayi tersebut telah lama terlantar di lokasi penemuan.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap identitas orok bayi tersebut serta mencari tahu pelaku yang diduga membuangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *