Berita

Sejarah Saeng Sembur, Bonsai Sakral Dari Lombok Tengah yang Melegenda hingga ke Luar Negeri

Sasamboinside.com — Sebuah bonsai legendaris jenis saeng sembur berusia lebih dari 50 tahun sukses mencuri perhatian para pengunjung di ajang Pameran dan Kontes Bonsai Nasional bertajuk Piala Bupati Lombok Tengah.
Event bergengsi ini digelar oleh PPBI (Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia) Lombok Tengah, dan berlangsung selama sepuluh hari, dari 9 hingga 18 Mei 2025, di Bencingah Adiguna Praya.
Acara ini menjadi magnet para penggemar bonsai dari berbagai penjuru Indonesia, dengan peserta datang dari Bali, Nusa Tenggara Timur, serta sepuluh kabupaten/kota di wilayah Nusa Tenggara Barat.

Dari ratusan bonsai yang dipamerkan, salah satu yang paling menyedot perhatian adalah bonsai saeng sembur milik Muhaji dari Desa Barabali, kecamatan Batukliang yang dikenal sebagai “Bonsai Legend” oleh para pecinta tanaman hias miniatur ini.
“Jadi yang Bonsai Legend ini, dulu bahannya diambil dari eks Bendungan Pengge. Kemudian dirawat selama hampir 50 tahun oleh Pak Muhaji,” jelas Asror, Ketua PPBI Lombok Tengah, dilokasi Pameran, Senin, 12 Mei 2025.
Keistimewaan bonsai ini tidak hanya terletak pada usianya yang mencapai setengah abad, tetapi juga pada sejarah panjang dan pencapaiannya.
Saeng sembur ini pernah mewakili Indonesia dalam ajang Asia Pacific Bonsai dan Suiseki Convention (ASPAC) di Singapura pada tahun 1991.
Kini, bonsai yang sama kembali mendapatkan tiket menuju ASPAC yang akan digelar di Bali pada Juli 2025 mendatang setelah melalui proses akurasi ketat.
Yang lebih membanggakan lagi, saeng sembur telah menjadi bagian dari identitas Lombok Tengah. Jenis bonsai ini telah dipatenkan oleh pengurus PPBI daerah sebagai warisan lokal.
“Saeng sembur ini adalah identitas Lombok Tengah. Hak patennya sudah kami urus. Nama ini tetap digunakan di luar negeri, seperti di Vietnam dan Filipina,” tambah Asror.
Diungkapkan Asror, tidak hanya menjadi legenda tunggal, regenerasi dari bonsai saeng sembur juga telah mulai tumbuh.
Saat ini, kata dia, terdapat sekitar tiga hingga empat bahan bonsai serupa yang mulai memasuki tahap legend, seperti Saeng Sembur Satak Seket dan Keluncir, yang juga dipamerkan di lokasi acara.
Kisah tentang betapa berharganya bonsai ini juga tercermin dari penawaran fantastis yang pernah diajukan.
“Tahun 2004, Pak Haji Sukiman dari Pemda Lombok Timur pernah menawarkan untuk menukar bonsai ini dengan biaya haji untuk dua orang, tapi Pak Muhaji tetap tidak mau melepasnya,” kenang Asror.
Nilai historis dan estetika dari saeng sembur ini membuat harganya saat ini ditaksir mencapai Rp200 juta. Namun bagi sang pemilik, nilai emosional dan sejarah tidak bisa ditukar dengan apapun.
SaSaMbo Inside

Recent Posts

MotoGP Mandalika 2026 Buka 2.500 Lowongan Volunteer untuk Warga NTB

Sasamboinside.com – Penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang akan berlangsung pada 9–11 Oktober…

11 jam ago

Tiga Pencuri 20 Chromebox SMP Al Mansyur NW Praya Dibekuk Polisi

Sasamboinside.com - Tiga terduga pelaku pencurian komputer sekolah di SMP Al Mansyur NW Praya, Kecamatan…

11 jam ago

Warga Praya Tengah Ditemukan Tenggelam Saat Mencari Ikan di Bendungan Batujai

Sasamboinside.com - Seorang warga Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah, ditemukan tenggelam saat mencari ikan…

12 jam ago

Penyidik Kirim Berkas Kasus Dugaan Korupsi Bapang Desa Pandan Indah ke Jaksa

Sasamboinside.com - Penanganan kasus dugaan korupsi penyelewengan beras program bantuan pangan (bapang) di Desa Pandan…

14 jam ago

Tim Paskibraka Lombok Tengah 2026 Siap Tampil Maksimal pada HUT ke-81 RI

Sasamboinside.com - Tim Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Lombok Tengah tahun 2026 dinyatakan siap…

14 jam ago

MFoS Putaran Ketiga Panaskan Persaingan Balap Roda Empat Nasional di Mandalika

Sasamboinside.com – Persaingan balap roda empat nasional kembali memanas di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok,…

14 jam ago