Sasamboinside.com – Pemerintah Desa Lendang Ara, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah, turut ambil bagian dalam menyemarakkan rangkaian event budaya Bau Nyale 2026 dengan mengirimkan puluhan gadis berparas ayu yang tampil sebagai jelmaan Putri Mandalika pada Festival Siu Putri Mandalika.
Kegiatan tersebut berlangsung meriah di kawasan Kuta Mandalika, Jumat (6/2/2026), dan menjadi salah satu agenda yang menarik perhatian wisatawan maupun masyarakat lokal.
Kehadiran rombongan dari Desa Lendang Ara menjadi bukti nyata komitmen pemerintah desa dalam melestarikan tradisi dan budaya Sasak yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Dengan balutan busana adat yang anggun serta penampilan penuh percaya diri, para peserta berhasil menambah semarak suasana festival yang merupakan bagian penting dari perayaan Bau Nyale setiap tahunnya.
Kepala Desa Lendang Ara, Ayunan, M.Pd., menyampaikan bahwa partisipasi ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi langkah konkret dalam menjaga identitas budaya masyarakat Sasak di tengah perkembangan zaman.
Ia menegaskan, generasi muda perlu diberikan ruang untuk mengenal sekaligus mencintai warisan leluhur agar tradisi tidak tergerus modernisasi.
“Ini bukan hanya soal perayaan, tapi soal menjaga jati diri kita sebagai orang Sasak. Kami ingin memastikan generasi muda di Lendang Ara tetap bangga dan kenal dengan peninggalan leluhurnya,” ujar Ayunan.
Menurutnya, Festival Siu Putri Mandalika memiliki makna filosofis yang kuat karena mengangkat kisah legenda Putri Mandalika yang menjadi simbol pengorbanan, persatuan, dan nilai-nilai luhur masyarakat Lombok.
Melalui kegiatan ini, pemerintah desa juga ingin menanamkan rasa tanggung jawab kepada generasi muda untuk terus menjaga adat istiadat yang menjadi identitas daerah.
Puluhan peserta dari Lendang Ara sebelumnya telah menjalani berbagai persiapan, mulai dari pelatihan tata busana, pengenalan sejarah Putri Mandalika, hingga pembinaan etika tampil di ruang publik.
Dukungan penuh dari masyarakat desa juga terlihat dari antusiasme warga yang turut mendampingi rombongan ke Mandalika.
Festival Siu Putri Mandalika sendiri menjadi salah satu rangkaian penting dalam perhelatan Bau Nyale 2026 yang setiap tahunnya mampu menarik ribuan wisatawan domestik maupun mancanegara.
Selain menjadi ajang promosi budaya, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan sektor pariwisata serta ekonomi masyarakat lokal.
Ayunan berharap keikutsertaan Desa Lendang Ara dalam festival tersebut dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk lebih aktif menjaga warisan budaya.
Ia juga menilai, kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan generasi muda menjadi kunci utama agar tradisi Bau Nyale tetap lestari dan dikenal luas hingga ke tingkat internasional.
“Lestarikan adat, jaga budaya, dan bangun kebanggaan generasi muda. Itu yang ingin kami tunjukkan melalui partisipasi di Festival Siu Putri Mandalika tahun ini,” tutupnya.