Sasamboinside.com – Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (PERKEMI) Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) menutup rangkaian kegiatan Ujian Kenaikan Tingkat Gashuku Nasional Wilayah IV ke-3 tahun 2025 yang berlangsung di Aula Hotel SMKN 1 Praya, Lombok Tengah, Minggu (12/10/2025).
Kegiatan yang dipadukan dengan sejumlah agenda penting keolahragaan ini disebut menjadi momentum besar bagi pembinaan atlet dan pelatih Kempo di NTB.
Wakil Ketua Umum I PERKEMI NTB, Dr. I Ketut Sudira, SH., MH., mengatakan bahwa kegiatan tersebut dirancang untuk memperkuat fondasi olahraga Kempo di NTB, dengan menjadikan Lombok Tengah sebagai titik awal pengembangan.
“Kegiatan ini dibentuk dan dirancang untuk membangun kegiatan olahraga yang kita gagas untuk kepentingan NTB. Karena potensi Lombok Tengah ini cukup besar, maka kita mulai dari sini,” ungkap Sudira kepada wartawan.
Ia menjelaskan, keberhasilan penyelenggaraan kegiatan ini tidak lepas dari dukungan besar para pemimpin daerah di Lombok Tengah yang memiliki perhatian tinggi terhadap olahraga bela diri Kempo.
Menurutnya, Kempo bukan sekadar olahraga, tetapi juga wadah pembentukan karakter, terutama dalam hal disiplin dan dedikasi.
“Tingkat disiplin itu modal penting dalam membangun sumber daya manusia. Maka dari itu, dengan dukungan pemerintah daerah, kita bisa melaksanakan kenaikan tingkat hingga 2 DAN, sekaligus sertifikasi pelatih, penguji, dan wasit,” jelasnya.
Sudira menegaskan, pelaksanaan empat event dalam satu rangkaian seperti yang dilakukan PERKEMI Lombok Tengah tergolong langka di Indonesia.
“Kegiatan seperti ini jarang dilaksanakan. Karena itu, Pengurus Besar PERKEMI Pusat memberikan keistimewaan kepada kami untuk menyelenggarakannya. Walaupun cukup melelahkan selama empat hari berturut-turut, semua berjalan sukses dengan hasil yang memuaskan,” katanya.
Ia berharap, para pelatih dan peserta yang telah mengikuti kegiatan ini bisa menularkan ilmunya kepada generasi muda di NTB, terutama di Lombok Tengah, agar lahir lebih banyak atlet berdisiplin, jujur, dan berdedikasi tinggi.
Lebih lanjut, Sudira menyebut bahwa olahraga Kempo masih menjadi andalan NTB di level nasional, terbukti dengan raihan empat medali emas di ajang PON Aceh 2024 lalu, yang sebagian besar disumbang atlet dari Lombok Tengah, Lombok Timur, dan Mataram.
“Untuk menyongsong PON 2028, dari sekarang kita siapkan generasi baru agar target medali bisa terus dipertahankan,” ucapnya optimis.
Selain itu, dalam waktu dekat PERKEMI NTB akan memberangkatkan atlet ke Kudus, Jawa Tengah, untuk mengikuti PON Bela Diri, dengan fokus pada regenerasi atlet.
“Kita berangkatkan generasi kedua. Atlet yang dulu meraih emas sementara tidak kita ikutsertakan, agar ada regenerasi dan kesempatan bagi yang muda untuk mencari pengalaman,” ujar Sudira.
Sudira menegaskan, Lombok Tengah tetap menjadi lumbung atlet Kempo di NTB meskipun sempat mengalami pasang surut.
Dengan adanya sertifikasi dan pelatihan ini, ia yakin minat masyarakat terhadap olahraga Kempo akan tumbuh kembali.
Di akhir sambutannya, Sudira menyampaikan apresiasi kepada Ketua PERKEMI Lombok Tengah, HL. Ramdan, S.Ag, yang dinilai berhasil menggelar acara besar ini dengan semangat dan visi pembinaan generasi muda.
“Kami bersyukur dan mengapresiasi Pak Ramdan beserta jajaran pengurus baru. Beliau sangat antusias, dan tahun-tahun ke depan sudah siap membangun generasi muda Lombok Tengah lewat olahraga bela diri Kempo,” tutupnya.