Penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Bonder Resmi Dimulai

Sasamboinside.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa sekolah di Desa Bonder, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah, akhirnya resmi dimulai pada Senin, 17 Februari 2024.

Setelah mengalami beberapa kali penundaan, program ini akhirnya bisa berjalan dan menyasar sebanyak 2.825 siswa dari berbagai sekolah di desa tersebut.

Program MBG bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi siswa, membantu pertumbuhan mereka, serta mendukung daya konsentrasi dalam proses belajar.

Pelaksanaan program ini disambut antusias oleh para siswa dan pihak sekolah yang sudah lama menantikannya.

Ahyar Rosidi, guru olahraga di SDN Bonder Praya Barat, mengungkapkan bahwa para siswa tampak sangat bersemangat menerima makanan bergizi ini.

Ia juga menjelaskan bahwa program ini sebenarnya dijadwalkan mulai pada 27 Januari 2024.

Namun, karena berbagai kendala teknis, pelaksanaannya harus ditunda dua kali, hingga akhirnya bisa direalisasikan pada hari ini.

“Hari ini dimulai setelah ada penundaan selama dua kali,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan program MBG ini sangat bermanfaat bagi siswa, terutama dalam memastikan mereka mendapatkan asupan gizi yang cukup selama berada di sekolah.

Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan anak-anak usia sekolah, khususnya di wilayah Desa Bonder.

Sementara itu, dari pihak Badan Gizi Nasional (BGN), Nazilatul menyampaikan bahwa menu makanan yang diberikan kepada siswa hari ini terdiri dari ayam krispi, tempe, oseng buncis dengan toge, serta buah pisang.

Selain itu, dalam seminggu, para siswa juga akan mendapatkan susu sebanyak dua kali untuk melengkapi kebutuhan gizi mereka.

“Hari ini susunya gak ada, besok baru disediakan,” kata Nazilatul.

Ia menambahkan bahwa penyusunan menu makanan dalam program MBG ini sudah disesuaikan dengan standar gizi anak-anak sekolah.

Setiap hidangan dipastikan mengandung nutrisi yang cukup, dengan kombinasi protein, serat, karbohidrat, serta vitamin dan mineral dari buah-buahan.

Program makan bergizi gratis atau MBG ini mendapat respons positif dari para siswa. Salah satu siswi kelas dua, Alin, mengungkapkan rasa senangnya setelah menerima makanan bergizi dari program ini.

Menurut Alin, kehadiran MBG sangat membantu dirinya, terutama dalam menghemat uang saku.

Biasanya, ia harus membeli makanan dengan uang jajannya sendiri. Namun, dengan adanya program ini, ia bisa menabung lebih banyak.

“Makanannya enak, uang saku bisa ditabung. Saya senang,” ujarnya dengan penuh semangat.

Hal ini menunjukkan bahwa selain memberikan manfaat gizi, program MBG juga memiliki dampak ekonomi bagi para siswa dan keluarganya.

Dengan tersedianya makanan bergizi secara gratis di sekolah, para orang tua juga bisa lebih terbantu dalam mengelola kebutuhan harian anak-anak mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *