Sasamboinside.com – Warga Kelurahan Praya, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah, dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di dalam sebuah kamar kos, Minggu (25/1/2026).
Polres Lombok Tengah melalui Polsek Praya langsung turun tangan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengungkap penyebab kematian korban.
Kapolsek Praya AKP Susan V. Sualang mengatakan, korban diketahui berinisial RAH (30), berjenis kelamin laki-laki, warga Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat.
“Korban inisial RAH (30), berjenis kelamin laki-laki, merupakan warga Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat,” kata AKP Susan saat dikonfirmasi.
Berdasarkan keterangan saksi, korban pada Minggu pagi sekitar pukul 07.00 Wita masih terlihat beraktivitas normal.
Bahkan korban sempat pergi ke area Car Free Day bersama saksi bernama Sumadi untuk membeli sarapan.
Namun hingga sore hari, korban tidak terlihat keluar kamar. Sekitar pukul 17.00 Wita, saksi Sumadi kembali ke kos dan mendapati kamar korban terkunci dari dalam.
Setelah dipanggil berulang kali namun tidak ada respons, saksi kemudian menghubungi pemilik kos.
“Setelah dibuka bersama pemilik kos, korban ditemukan tergeletak di lantai kamar dalam keadaan tengkurap,” jelasnya.
Temuan itu langsung dilaporkan ke pihak kepolisian. Sekitar pukul 18.30 Wita, Tim Inafis Polres Lombok Tengah bersama tenaga medis dari UPT BLUD Puskesmas Praya tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP serta pemeriksaan awal terhadap jenazah korban.
Selanjutnya, sekitar pukul 20.00 Wita, jenazah korban dievakuasi ke RSUD Praya untuk dititipkan di ruang jenazah sambil menunggu kedatangan serta keputusan dari pihak keluarga.
“Pada pukul 20.00 Wita, jenazah korban dievakuasi ke RSUD Praya untuk dititipkan di ruang jenazah sambil menunggu kedatangan dan keputusan pihak keluarga,” ujar AKP Susan.
Kapolsek Praya menambahkan, hingga saat ini penyebab pasti meninggalnya korban masih dalam proses penyelidikan.
Polisi masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi serta alat bukti guna memastikan ada atau tidaknya unsur tindak pidana.
“Saat ini kami sedang mengumpulkan keterangan saksi-saksi serta alat bukti guna mengungkap penyebab kematian korban,” tutup AKP Susan.