Mahasiswa Asal Jepang Kunjungi Desa Segala Anyar, Pelajari Kehidupan Warga

Sasamboinside.com – Sejumlah mahasiswa dari Universitas Fukuyama, Jepang, melakukan pemetaan sosial langsung di Desa Segala Anyar, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Jumat (13/2/2026).
Mereka menyambangi sekolah hingga lahan pertanian untuk memahami denyut kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat desa.
Kegiatan ini difasilitasi oleh Wakai Farm Jepang. Hadir dalam rombongan perwakilan Wakai Farm, Mako dan Yana, bersama mahasiswa, petani muda, serta perwakilan kelompok wanita tani Desa Segala Anyar.
Kepala Desa Segala Anyar, Ahmad Zaini, S.IP, menegaskan kunjungan tersebut bukan sekadar studi banding biasa. Para mahasiswa, kata dia, menjalankan metode observasi partisipatif sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman lapangan.
“Mereka tidak hanya melihat dari jauh, tetapi berupaya memahami secara langsung kehidupan sosial masyarakat desa. Ini bagian dari pemetaan sosial yang mereka lakukan,” ujar Ahmad Zaini.
Selama di lokasi, mahasiswa mengamati bagaimana masyarakat desa terorganisir, mengenali aktor-aktor pembuat kebijakan di tingkat desa, serta menyaksikan praktik gotong royong dan interaksi antar generasi yang masih kuat terjaga.
Tak hanya itu, mereka juga mempelajari dinamika aktivitas warga saat musim tanam dan musim panen.
Perhatian khusus diberikan pada pembagian peran laki-laki dan perempuan, baik di sektor pertanian maupun industri rumah tangga.
“Pemetaan ini juga mencakup akses masyarakat terhadap fasilitas publik, seperti sarana pendidikan, metode pembelajaran di sekolah, hingga layanan kesehatan,” jelasnya.
Dalam rangkaian kunjungan, rombongan mendatangi TK Negeri 5 Pujut, SDN Tuban, serta Pondok Pesantren Nurul Ijtihad NW Tenang.
Kehadiran mahasiswa Jepang disambut antusias para siswa yang berinteraksi langsung melalui berbagai kegiatan bersama.
Tak berhenti di sektor pendidikan, rombongan juga meninjau lahan pertanian kopi di Dusun Kadik I.
Di sana, mereka melihat langsung budidaya kopi arabika dan robusta yang dikembangkan di atas tanah hitam dengan pendekatan rekayasa lingkungan lokal secara mandiri oleh petani setempat.
Menariknya, mahasiswa menggunakan angkutan barang jenis open cup Grand Max selama mobilisasi di desa.
Moda transportasi yang berbeda dengan di negara asal mereka itu tak menyurutkan semangat untuk menyerap pengalaman lapangan secara utuh.
Pemerintah Desa Segala Anyar menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ahmad Zaini berharap kolaborasi internasional seperti ini dapat terus berlanjut.
“Kami berterima kasih kepada manajemen Wakai Farm atas fasilitasi kegiatan ini.
Semoga kunjungan ini memberi manfaat dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas di masa depan,” pungkasnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *