Sasamboinside.com – Komitmen memperkuat pendidikan Al-Qur’an di tengah masyarakat kembali ditegaskan oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Lombok Tengah melalui program Sambang TPQ yang resmi dimulai pada Selasa (17/3/2026).
Kegiatan pembinaan ini diawali dari TPQ Nurul Muhajirin di Kecamatan Praya Tengah dan akan menjangkau TPQ di 12 kecamatan se-Kabupaten Lombok Tengah.
Program ini dipimpin langsung oleh Ketua Harian LPTQ Lombok Tengah, Dr. TGH. Sabarudin Abdurrahman bersama tim sekretariat.
Kegiatan berlangsung khidmat namun penuh keakraban, diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh dua peserta MTQ asal Lombok Tengah, Haikal dan Sugianto, yang menghadirkan suasana religius dan membangkitkan semangat para santri serta pengajar TPQ.
Dalam laporannya, pengelola TPQ Nurul Muhajirin menyampaikan bahwa lembaga tersebut berdiri pada November 2021 atas inisiatif masyarakat dan wali santri yang peduli terhadap pendidikan Al-Qur’an bagi generasi muda.
Sejak berdiri, TPQ ini telah menjadi tempat belajar bagi ratusan anak.
Saat ini, tercatat sebanyak 97 santri aktif yang terbagi dalam tiga jenjang pembelajaran, mulai dari kelas Iqro’, kelas Al-Qur’an, hingga kelas tahfidz dan tilawah.
Secara keseluruhan, TPQ ini pernah memiliki 127 santri dengan sistem pembelajaran bertahap.
Keberadaan TPQ juga dinilai menjadi alternatif kegiatan positif bagi anak-anak di tengah perkembangan teknologi digital, sekaligus membantu mengurangi ketergantungan penggunaan gawai.
“Kami berharap semakin banyak anak-anak yang bergabung dan belajar Al-Qur’an di TPQ ini,” ujar pengelola dalam laporannya.
Sementara itu, Sabarudin menegaskan bahwa program Sambang TPQ merupakan langkah sistematis LPTQ dalam melakukan pembinaan, pendataan, serta penguatan kelembagaan TPQ di seluruh wilayah Lombok Tengah.
“Tujuan kami datang adalah untuk melakukan pembinaan terhadap TPQ-TPQ di Lombok Tengah. Harapannya, cahaya Al-Qur’an akan terus membahana di Bumi Tatas Tuhu Trasna,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya metode talaqqi dalam mempelajari Al-Qur’an, yakni belajar langsung kepada guru yang memiliki sanad keilmuan jelas.
Menurutnya, pembelajaran Al-Qur’an tidak bisa dilakukan secara sembarangan tanpa bimbingan guru.
“Al-Qur’an bukan ilmu biasa. Harus dipelajari langsung kepada guru. Tidak cukup hanya dari internet tanpa bimbingan, karena berpotensi menimbulkan kesalahan pemahaman,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, LPTQ juga melakukan pendataan TPQ sebagai dasar pengusulan insentif bagi para pengajar.
Rencana ini akan dikolaborasikan dengan Dewan Masjid Indonesia Lombok Tengah melalui mekanisme pengajuan yang difasilitasi LPTQ.
Sebagai bentuk dukungan nyata, kegiatan Sambang TPQ turut dirangkaikan dengan penyerahan bantuan sarana pembelajaran berupa 10 buku Iqro’, 10 mushaf Al-Qur’an, serta 75 paket bingkisan pembinaan.
Program Sambang TPQ ini menjadi langkah strategis LPTQ Lombok Tengah dalam memperkuat ekosistem pendidikan Al-Qur’an di tingkat akar rumput sekaligus menumbuhkan generasi Qur’ani yang berakhlak mulia di daerah tersebut.