Lombok Tengah MASMIRAH, Lebaran Topat Jadi Simbol Budaya dan Kebersamaan

Sasamboinside.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menggelar perayaan Lebaran Topat dan Rowah Adat Pemole MASMIRAH pada Senin, 7 April 2025.

Acara yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Lombok Tengah ini dimulai pukul 08.00 WITA hingga selesai.

Kegiatan ini bertujuan untuk merawat tradisi lokal sekaligus memperkuat ukhuwah menuju Lombok Tengah yang MASMIRAH (Mandiri, Berdaya Saing, Sejahtera, dan Harmonis).

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pejabat dan tokoh masyarakat, sesuai dengan surat undangan yang telah disebar.

Di antara yang hadir adalah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) beserta staf, Camat se-Kabupaten Lombok Tengah, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (KUPTD) dan Koordinator Wilayah (Korwil) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Hadir juga Pengawas, Kepala TK, SD, SMP se-Lombok Tengah, Kepala Desa, Ketua Lembaga Adat Desa (LAD), serta Lurah se-Lombok Tengah.

Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, menyampaikan bahwa perayaan ini diharapkan menjadi momentum penting untuk melestarikan tradisi dan mempererat tali persaudaraan di kalangan masyarakat.

“Kegiatan ini tidak hanya sekadar perayaan, tetapi juga upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga budaya dan tradisi lokal yang telah diwariskan oleh leluhur,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati bersama Wakil Bupati Lombok Tengah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan adat serta budaya sebagai identitas daerah.

Mereka menekankan pentingnya pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan guna mewujudkan visi Lombok Tengah MASMIRAH.

“Mari kita jadikan momen ini sebagai langkah bersama untuk membangun daerah yang mandiri, berdaya saing, sejahtera, dan harmonis,” tambah Lalu Pathul Bahri.

Perayaan Lebaran Topat dan Rowah Adat Pemole MASMIRAH ini menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dalam menjaga warisan budaya sekaligus memajukan kesejahteraan masyarakatnya.

Acara ini pun disambut antusias oleh para peserta yang hadir, sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian tradisi di tengah perkembangan zaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *