Liburan Usai Lebaran, Irish Bella Pilih Lombok untuk Quality Time Keluarga

Sasamboinside.com – Liburan keluarga bukan sekadar perjalanan, melainkan momen untuk memperlambat ritme, berbagi pengalaman, dan menciptakan kenangan yang akan terus dikenang.
Di tengah kesibukan sehari-hari, waktu bersama menjadi semakin berharga, terutama ketika diisi dengan eksplorasi destinasi baru, aktivitas seru, dan kebersamaan yang hangat.
Dalam konteks inilah, pemilihan destinasi dan alur perjalanan menjadi kunci untuk menghadirkan pengalaman yang utuh sekaligus nyaman bagi seluruh anggota keluarga.
Pilihan tersebut tercermin dari perjalanan Irish Bella bersama suami, Haldy Sabri, yang menjadikan Pulau Lombok sebagai destinasi liburan keluarga usai Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
Tiba di Bandara Internasional Lombok pada Minggu, 22 Maret 2026 sekitar pukul 16.55 WITA, perjalanan langsung diarahkan ke selatan pulau.
Tanpa banyak jeda, mereka menikmati momen senja di Aura Lounge yang berada di dalam kawasan Selong Selo Resort & Villas, menghadirkan awal liburan yang tenang sekaligus berkesan.
Selong Belanak: Villa Mewah, Sunset Ikonik, dan Deretan Pantai Eksotis dalam Satu Kawasan
Kawasan Selong Belanak kemudian menjadi basis eksplorasi selama dua hari pertama.
Irish Bella dan keluarga memilih Villa Maleo di Selong Selo Resort & Villas sebagai tempat bermalam, sebuah vila mewah dengan tujuh kamar yang mampu mengakomodasi hingga 14 orang.
Dengan panorama langsung menghadap Pantai Selong Belanak serta fasilitas lengkap seperti restoran, spa, pusat kebugaran, dan kids club, akomodasi ini memberikan keseimbangan antara privasi dan kenyamanan dalam satu ruang yang terintegrasi.
Dari lokasi ini, berbagai destinasi unggulan Lombok selatan dapat dijangkau dengan mudah, menjadikannya titik awal yang strategis untuk eksplorasi.
Pantai Selong Belanak dengan garis pantai panjang dan ombak yang ramah menjadi pilihan utama untuk bersantai, sementara Pantai Mawi dan Pantai Areguling menawarkan karakter ombak yang lebih menantang bagi peselancar.
Di sisi lain, Pantai Semeti menghadirkan lanskap batuan yang dramatis, kontras dengan Pantai Mawun yang tenang dengan bentuk teluk setengah lingkaran.
Kawasan Mandalika hingga Pantai Tanjung Aan pun melengkapi pengalaman dengan hamparan pasir putih dan lanskap pesisir yang beragam.
Eksplorasi tidak berhenti di wilayah selatan. Perjalanan kemudian meluas ke Lombok Timur, di mana aktivitas seperti snorkeling dan island hopping menjadi agenda utama.
Pantai Pink bersama gugusan pulau kecil di sekitarnya, termasuk Gili Petelu, Gili Kapal, Gili Sunut, dan Gili Bembek, menawarkan pengalaman laut yang berbeda, dengan perjalanan darat sekitar satu jam yang dilanjutkan dengan penyeberangan singkat.
Meskipun berpindah kawasan, jarak antar destinasi tetap relatif terjangkau, dengan akses menuju Mandalika dan Desa Adat Sade sekitar 30 menit, serta bandara dalam waktu kurang lebih 40 menit.
Pola perjalanan ini menunjukkan bagaimana wilayah selatan Lombok dapat dieksplorasi secara optimal tanpa harus berpindah akomodasi terlalu sering.
Dengan satu basis utama, waktu dapat dimanfaatkan secara efisien, menghadirkan kombinasi antara relaksasi di vila dan eksplorasi destinasi di sekitarnya.
Senggigi: Beachfront Stay, Island Hopping Seru, hingga Watersport dalam Satu Rangkaian Liburan
Setelah dua malam di selatan, perjalanan berlanjut ke kawasan barat Lombok, tepatnya Senggigi, untuk menghadirkan nuansa liburan yang berbeda.
Perpindahan ini sekaligus menandai babak baru perjalanan, dengan fokus pada pengalaman tepi pantai dan akses lebih dekat ke gugusan Gili.
Di Senggigi, mereka menginap di Holiday Resort Lombok, sebuah resort tepi pantai yang menawarkan berbagai pilihan kamar, termasuk beach bungalow dan president suite yang langsung menghadap ke laut.
Berbeda dengan suasana privat di vila sebelumnya, resort ini menghadirkan atmosfer yang lebih santai dengan akses langsung ke pantai, memberikan dinamika baru dalam perjalanan.
Dari sini, eksplorasi berlanjut ke Gili Trawangan yang dapat dijangkau dengan perjalanan singkat.
Aktivitas bersepeda mengelilingi pulau menjadi cara menikmati suasana tanpa kendaraan bermotor, sebelum dilanjutkan dengan snorkeling di sejumlah spot populer seperti Turtle Point, Patung Bask Nest, dan Shipwreck Gili Meno.
Kembali ke daratan, pengalaman dilengkapi dengan aktivitas watersport di Senggigi, seperti jet ski dan banana boat, yang memberikan sentuhan petualangan dalam rangkaian liburan.
Sementara itu, sisi kuliner juga tidak terlewatkan. Selain menikmati hidangan di hotel, mereka menyempatkan diri mengunjungi kampung nelayan Tanjung Bias yang dikenal sebagai sentra UMKM kuliner lokal.
Berbagai olahan seafood segar menjadi daya tarik utama, sekaligus mencerminkan kedekatan dengan kehidupan masyarakat setempat.
Keseluruhan perjalanan ini memperlihatkan bagaimana pembagian wilayah antara selatan dan barat Lombok dapat menciptakan pengalaman liburan yang lebih kaya tanpa terasa melelahkan.
Dengan perencanaan rute yang tepat serta pemilihan akomodasi yang strategis, Lombok mampu menghadirkan perpaduan ideal antara relaksasi dan eksplorasi, menjadikannya destinasi yang relevan untuk liburan keluarga dalam durasi yang terbatas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *