Berita

Kuantifikasi Emisi Metana di Fasilitas Migas dengan Sensor SeekOps

Tekanan regulasi dan komitmen ESG mendorong operator minyak dan gas untuk membangun sistem pemantauan emisi yang tidak hanya mendeteksi keberadaan metana, tetapi juga mengukur besarnya laju kebocoran secara terverifikasi.

Data emisi yang dapat dipertanggungjawabkan dalam kerangka internasional seperti OGMP 2.0 memerlukan metodologi pengukuran yang melampaui sekadar deteksi kualitatif. SeekOps menyediakan sensor metana berbasis drone yang telah divalidasi secara independen untuk memenuhi kebutuhan pelaporan emisi tingkat fasilitas.

Sensor SeekOps menggunakan teknologi TDLAS (Tunable Diode Laser Absorption Spectroscopy) dengan sensitivitas pengukuran hingga 1 part per billion (ppb), jauh melampaui kemampuan sensor multi-gas konvensional.

Sensor ini dipasang pada drone seperti DJI Matrice 400 yang terbang mengikuti pola jalur sistematis di sekitar fasilitas, mengumpulkan data konsentrasi metana beserta koordinat GPS dan data meteorologi secara bersamaan, kemudian mengoreksi pengaruh angin dan kondisi cuaca sehingga hasil pengukuran mencerminkan laju emisi aktual, bukan sekadar konsentrasi sesaat.

Hasil dari SeekOps mencakup peta distribusi metana georeferensi dalam format 2D grid dan 3D point cloud yang menunjukkan sebaran konsentrasi di seluruh area fasilitas. Lokasi sumber emisi dihitung berdasarkan analisis plume sehingga tim operasional dapat langsung mengarahkan inspeksi lanjutan ke komponen spesifik yang paling berkontribusi terhadap total emisi. Data ini tersedia dalam format yang kompatibel dengan platform pelaporan OGMP 2.0, sehingga proses dokumentasi emisi untuk keperluan audit eksternal menjadi lebih efisien.

“Perbedaan antara deteksi dan kuantifikasi metana sangat signifikan dari perspektif pelaporan emisi. Sensor SeekOps memberikan data yang cukup presisi untuk mendukung target pengurangan emisi yang terukur dan dapat diverifikasi,” ujar Halo Robotics.

Dengan meningkatnya tuntutan transparansi emisi dari investor dan regulator, kemampuan mengukur dan melaporkan emisi metana secara konsisten bukan lagi keunggulan kompetitif, melainkan syarat operasional yang harus dipenuhi setiap operator fasilitas migas berskala besar.

Press Release ini juga tayang di VRITIMES

Admin

Recent Posts

BRI Finance Hadir di BRI Consumer Expo 2026 Medan, Tawarkan Solusi Pembiayaan Kompetitif

PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) turut berpartisipasi dalam ajang BRI Consumer Expo 2026 “Goes…

2 jam ago

Sinergi untuk Bumi: BRI dan Keuskupan Agung Jakarta Perkuat Kemitraan Strategis Berbasis Ekologi

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mempertegas komitmennya dalam mendukung pelestarian lingkungan melalui penguatan…

2 jam ago

Tampil di Jakarta Marketing Week 2026, Dirut Jasa Marga Ungkap Strategi Smart Mobility Lewat Travoy dan Umumkan Top 3 Pemenang Jasa Marga | Travoy WOW Case Competition 2026

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono tampil sebagai pembicara dalam perhelatan…

9 jam ago

ITDC Resmi Umumkan Komisaris dan Direksi Baru MGPA

Sasamboinside.com - InJourney Tourism Development Corporation atau ITDC melakukan penyegaran jajaran pengurus di tubuh PT…

10 jam ago

ITDC Benahi Sistem Keselamatan dan Kelistrikan Sirkuit Mandalika

Sasamboinside.com – Injourney Tourism Development Corporation (ITDC) terus memperkuat sistem mitigasi risiko serta keandalan infrastruktur…

10 jam ago

Krakatau Steel: Kebijakan Korea Tegaskan Pentingnya Perlindungan Industri Baja

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (KRAS) menilai kebijakan Korea Selatan yang…

11 jam ago