Sasamboinside.com – Penyebaran HIV/AIDS di Kota Bima kian mengkhawatirkan. Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Bima mencatat sebanyak 42 kasus baru HIV/AIDS sepanjang tahun 2025, sementara secara akumulatif dalam beberapa tahun terakhir jumlah penderita mencapai 97 orang, dengan tiga di antaranya meninggal dunia.
Data tersebut diungkapkan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit serta Penyehatan Lingkungan (P3PL) Dikes Kota Bima, Hj Fitriany, berdasarkan hasil skrining dan pemeriksaan rutin di seluruh fasilitas layanan kesehatan.
“Kasus yang kami temukan berasal dari kegiatan skrining dan pemeriksaan di puskesmas maupun rumah sakit. HIV/AIDS adalah penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga penderitanya sangat rentan terhadap berbagai infeksi,” kata Fitriany, kemarin.
Ia menjelaskan, tren peningkatan kasus pada periode 2024 hingga 2025 menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Bima. Pasalnya, penyebaran HIV/AIDS kini tidak lagi terbatas pada kelompok berisiko tinggi.
“Sekarang bukan hanya pada satu kelompok. Kasus sudah ditemukan pada ibu rumah tangga, remaja, hingga pekerja seks komersial. Ini menunjukkan penularan sudah menyebar ke berbagai lapisan masyarakat,” ujarnya.
Fitriany menilai kondisi tersebut menandakan perlunya peningkatan edukasi dan deteksi dini di masyarakat. Menurutnya, masih banyak warga yang enggan memeriksakan diri karena stigma, sehingga berpotensi menularkan tanpa disadari.
Dikes Kota Bima, lanjut Fitriany, terus mengintensifkan program sosialisasi, konseling, serta pemeriksaan HIV gratis di fasilitas kesehatan. Pemerintah juga mendorong peran keluarga dan lingkungan dalam pencegahan penularan.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak takut melakukan tes. Semakin cepat diketahui, semakin besar peluang untuk mengendalikan penyakit dan mencegah penularan lebih luas,” tegasnya.
Pemerintah Kota Bima berharap upaya pencegahan, edukasi, dan skrining rutin dapat menekan laju penyebaran HIV/AIDS yang kini mulai mengancam berbagai kelompok usia dan profesi di daerah tersebut.