Pendidikan

Kisah Ida Royani, Penggerak Literasi yang Ubah Pandemi Jadi Gerakan Menulis Nasional

Sasamboinside.com – Di tengah derasnya arus digital dan budaya instan, seorang perempuan asal Desa Bunkate, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, memilih jalur berbeda.
Namanya Ida Royani, guru SMAS Darul Muhajirin Praya yang menyalakan obor literasi dari tempat sederhana namun penuh makna.
Perjalanan Ida bermula di masa pandemi Covid-19. Saat dunia serba terbatas, ia justru menemukan kebebasan melalui menulis.
“Awalnya hanya menyalurkan hobi. Tapi lama-lama saya sadar, menulis bukan sekadar kegiatan, melainkan cara untuk hidup lebih bermakna,” ujarnya dengan senyum hangat.
Dari semangat itu lahirlah Snooze Projects pada 2023, komunitas menulis daring yang kini menjadi ruang bagi siapa pun untuk berkarya.
Dalam dua tahun, Snooze Projects telah menerbitkan delapan karya dan menarik anggota dari berbagai daerah di Indonesia.
Konsep Nulis Bareng yang ia gagas menjadi wadah saling belajar dan bertumbuh bagi para penulis pemula.
Selain membina komunitas, Ida aktif membuka lapak baca, menghadirkan buku-buku untuk siswa SMA, masyarakat, dan rekan komunitas.
Ia juga rutin mengikuti bimbingan teknis kepenulisan dan terlibat dalam diskusi literasi, baik secara online maupun tatap muka.
“Bagi saya, literasi bukan sekadar membaca atau menulis, tapi tentang bagaimana kita memperbaiki diri dan generasi. Karena itu, saya ingin menumbuhkan rasa cinta terhadap literasi di mana pun,” tegasnya.
Gerak kecil Ida mendapat sambutan hangat. Banyak yang terinspirasi untuk mulai menulis atau sekadar membaca kembali.
Meski begitu, Ida mengakui tantangan terbesar adalah membagi waktu antara tugas mengajar dan kegiatan komunitas.
“Kadang berat, tapi selama niatnya tulus, selalu ada jalan,” katanya.
Bagi Ida, tanda-tanda kemajuan literasi mulai terlihat dari banyaknya komunitas baru bermunculan di berbagai daerah.
“Ini perkembangan yang positif. Tinggal bagaimana kita menjaga semangat dan konsistensinya,” tambahnya.
Sebagai pembelajar sejati, Ida mengaku banyak terinspirasi dari buku-buku self improvement yang memperkuat keyakinannya untuk terus bertumbuh.
Ia pun menitip pesan bagi generasi muda, jangan menunggu waktu luang untuk membaca atau menulis.
“Luangkan waktu. Semakin banyak kita belajar, semakin luas wawasan kita. Waktu tidak bisa diulang, jadi gunakan untuk hal yang bermanfaat,” pesannya penuh makna.
Ida berharap gerakan literasi bisa tumbuh di setiap sudut Lombok Tengah, dari sekolah hingga kafe, dari kota hingga desa.
“Saya ingin literasi menjadi teman akrab siapa pun, kapan pun. Melalui langkah kecil, mari terus bergerak untuk literasi,” tutupnya dengan optimistis.
Heriadi

Recent Posts

Kapolres Eko Yusmiarto Imbau Wisatawan Waspada di Pantai Aan Saat Libur Lebaran Ketupat

Sasamboinside.com - Kepolisian Resor Lombok Tengah memastikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat saat libur Lebaran Ketupat…

6 jam ago

Jaga Pesona Tanjung Aan, Kapolda NTB Edy Murbowo Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Sasamboinside.com – Kapolda NTB Edy Murbowo bersama jajaran pejabat utama Polda NTB menggelar aksi gotong…

6 jam ago

Balap GT3 Dunia Hadir di Mandalika 1–3 Mei 2026, Penonton Bisa Ikut Pit Walk hingga Grid Walk

Sasamboinside.com – GT World Challenge Asia 2026 kembali digelar di Pertamina Mandalika International Circuit pada…

12 jam ago

Wabup Nursiah Turun Langsung Bantu Anak Penderita Hidrosefalus di Desa Kawo

Sasamboinside.com — Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menunjukkan komitmen nyata dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat rentan.…

13 jam ago

94 Desa di Kabupaten Lombok Tengah Sudah Terima Dana Desa, 48 Belum Cair

Sasamboinside.com – Penyaluran Dana Desa (DD) di Kabupaten Lombok Tengah hingga triwulan I (Januari–Maret) 2026…

13 jam ago

NTB Tuan Rumah Penyelenggaraan REVIEWS, Forum Ilmiah Nasional Para Dokter Spesialis Mata 2026

Sasamboinside.com - Provinsi NTB akan menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan Regional V Integrated Eye Workshop…

18 jam ago