Kerap Rusak, Warga Curiga Ada yang Tak Beres dengan Pipa PDAM Loteng

Sasamboinside.com – Polemik layanan air bersih PDAM Lombok Tengah terus memanas.
Memasuki musim penghujan tahun ini, persoalan jaringan pipa kembali mencuat dan memicu gelombang keluhan dari warga.
Pasalnya, setiap kali hujan deras mengguyur, aliran air ke rumah-rumah warga mendadak tersendat, melemah, bahkan mati total tanpa kejelasan.
Bagi sebagian warga, kondisi ini bukan hal baru. Mereka menyebut mati air musiman ini terjadi setiap tahun, dengan pola yang nyaris sama, hujan turun, pipa bermasalah, aliran air terputus.
“Ini sudah kayak kalender tahunan. Begitu hujan deras, air jadi kecil, bahkan mati total,” ungkap salah satu warga yang enggan disebut namanya.
Situasi ini semakin memicu kecurigaan publik setelah muncul dugaan bahwa pipa yang digunakan PDAM Lombok Tengah tidak sesuai spesifikasi dan mudah rusak saat diterjang tekanan air atau pergeseran tanah.
Tidak sedikit warga yang menduga adanya praktik tidak wajar di balik pemilihan material pipa tersebut.
Menurut warga, pipa yang mudah rapuh itu justru membuka peluang untuk terjadinya kerusakan berulang, sehingga dugaan mereka memberi ruang bagi proyek penggantian pipa setiap tahun.
“Kalau pipanya bagus, kan harusnya tidak tiap tahun rusak. Ini kok pas musim hujan saja, ada yang pecah, bocor di mana-mana. Kami menduga ada akal-akalan supaya bisa ganti pipa terus tiap tahun,” kata warga tersebut.
Di sejumlah titik, warga bahkan menyebut kerusakan pipa terjadi di jalur yang sama, seakan menjadi “langganan” perbaikan.
Kondisi tersebut makin menguatkan dugaan publik bahwa ada persoalan serius dalam kualitas jaringan yang dibangun PDAM.
Terlebih, keluhan ini tak hanya datang dari satu dua wilayah, melainkan muncul dari kawasan lain yang juga mengeluhkan nasib serupa.
Warga mendesak ada audit terbuka, mulai dari kualitas material, metode pemasangan, hingga alur anggaran proyek perbaikan yang dilakukan setiap tahun.
Masyarakat berharap PDAM tidak sekadar memberikan janji, melainkan menghadirkan solusi nyata agar warga tidak terus terjebak dalam siklus krisis air bersih tahunan.
“Air ini kebutuhan dasar. Kami bayar tiap bulan, tapi kok yang datang justru masalah terus. Warga butuh kepastian, bukan alasan,” tegas warga.
Sementara itu, Direktur Utama PDAM Lombok Tengah, Bambang Supratomo mengatakan bahwa gangguan layanan air bersih yang kerap terjadi akibat kebocoran jaringan pipa.
Ia menegaskan bahwa persoalan kebocoran tidak bisa dinilai secara sederhana atau berdasarkan asumsi sepihak.
Menurut Bambang, penyebab rentannya pipa mengalami kebocoran merupakan persoalan yang sangat kompleks dan dipengaruhi banyak faktor, baik teknis maupun nonteknis.
“Penyebab rentannya kebocoran pipa tidak bisa di liat sepihak dengan asumsi saja. Penyebab kebocoran pipa itu sangat kompleks tidak hanya karena satu faktor, permasalahan ini harus lihat secara menyeluruh dan utuh secara teknis dan non teknis salah satu penyebabnya karena usia pipa, tekanan air, posisi pipa dll,” ujarnya, kemarin.
Bambang menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menginginkan adanya gangguan pelayanan kepada masyarakat.
Namun, kondisi infrastruktur yang beragam dan sebagian sudah berusia tua membuat risiko kerusakan tidak dapat dihindari sepenuhnya.
“Tentu kami tidak menginginkan sama sekali adanya gangguan pelayanan, yang kami ingin pelayanan lancar dan baik. Tetapi permasalahan ini terus kami perbaiki dengan segala kendala dan keterbatasan,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas kritik dan masukan warga yang dinilainya penting sebagai bahan evaluasi kinerja PDAM Lombok Tengah.
Bambang memastikan pihaknya berkomitmen memperkuat pelayanan air bersih ke depannya.
“Terimakasih atas kritiknya komitmen kami untuk terus tingkatkan lagi pelayanan secara maksimal,” pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *