Pariwisata

Kepala Desa Bonjeruk Ajak Warga Ramaikan Bondjeroek Culture Festival 2025

Sasamboinside.com – Desa Bonjeruk, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, bersiap menyambut salah satu gelaran budaya terbesar di daerah itu.

Bondjeroek Culture Festival kembali hadir pada tahun 2025 dan akan berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 4 hingga 7 September.

Kepala Desa Bonjeruk, Lalu Aulia R, mengajak seluruh masyarakat untuk ikut serta memeriahkan festival yang telah menjadi agenda tahunan dan masuk dalam kalender event Kabupaten Lombok Tengah ini.

Dalam keterangannya, Lalu Aulia menjelaskan bahwa persiapan untuk acara tersebut sudah hampir rampung.

“Saya melihat persiapannya sudah matang,” ujarnya, 3/9/25.

Lalu Aulia juga memaparkan beberapa perubahan lokasi demi kenyamanan dan kelancaran acara.

Jika tahun lalu acara diadakan di Pasar Bambu, kali ini Bondjeroek Culture Festival akan berpusat di Lapangan Desa Bonjeruk.

Sementara itu, untuk kompetisi memasak yang selalu menjadi daya tarik, akan dipindahkan ke Pawon 21 Desa Bonjeruk.

“Kami sudah sangat siap untuk acara ini, yang memang notabene-nya sudah menjadi kalender event kabupaten yang setiap tahun kami laksanakan di Desa Bonjeruk,” kata Lalu Aulia.

Ia menambahkan bahwa pergelaran tahun ini akan lebih maksimal dan meriah dibandingkan tahun sebelumnya.

“Apa yang kurang di tahun kemarin itu yang kita perbaiki agar lebih maksimal dan meriah. Acara pembukaan juga akan lebih megah dan terencana,” imbuhnya.

Festival ini akan menampilkan serangkaian acara menarik yang kental dengan nuansa budaya lokal. Salah satu acara yang paling dinantikan adalah “Daus Gong”.

Acara tahunan ini merupakan ritual pembersihan atau “memandikan” gong gamelan yang ada di Desa Bonjeruk.

“Mungkin istilahnya itu ‘dimandikan’ lah, di ‘Daus Gong’. Ini merupakan pergelaran budaya terkait gong,” jelas Lalu Aulia.

Selain ritual Daus Gong, akan ada juga pertunjukan presean yang akan digelar di lapangan desa Bonjeruk. Pertunjukan ini diharapkan dapat menarik minat masyarakat luas dan menjadi daya tarik utama festival.

Dengan persiapan yang matang, Lalu Aulia optimis Bondjeroek Culture Festival 2025 akan berjalan sukses dan lancar.

“Seperti yang saya sampaikan tadi, persiapan kami sudah matang, mudah-mudahan bisa terlaksana dengan baik dan lancar. Itu harapan kita,” tutupnya.

Terpisah, Pembina I Bonjeruk Culture Festival, Andi Mardan, menyamlaikan bahwa festival ini digagas kelompok pemuda Bonjeruk dengan melibatkan pemerintah desa, tokoh masyarakat, perempuan, dan berbagai elemen pemuda.

“Festival bertujuan melestarikan budaya dan lingkungan, menjadi media edukasi bagi generasi muda, serta mempromosikan Desa Bonjeruk sebagai destinasi wisata budaya,” ujarnya.

Festival tahun ini menampilkan Drama Kolosal Merangkat, perpaduan seni pertunjukan, musik, dan tari yang menghidupkan kembali makna ritual tersebut di hadapan pengunjung.

Selain menjadi tontonan, Merangkat juga dikenalkan sebagai potensi wisata gastronomi, menawarkan pengalaman kuliner autentik berbasis tradisi.

Selain Merangkat, sejumlah kegiatan lain juga digelar, di antaranya:

Nede Peresean, ritual adat Sasak yang menggabungkan doa keselamatan dengan pertunjukan peresean atau adu rotan.

Cooking Competition, lomba memasak kuliner khas Bonjeruk, termasuk Ayam Merangkat, Sate Kuncung, dan Ebatan, untuk memperkenalkan identitas gastronomi lokal.

Daus Gong, ritual memandikan alat musik tradisional di mata air Bon Mertak yang diawali karnaval, sebagai simbol penyucian dan penghormatan bagi para sekehe (pemusik).

Menjerukkan Bonjeruk, kegiatan menanam pohon jeruk massal di sekitar sumur tua yang menjadi asal nama desa, sebagai upaya pelestarian lingkungan dan penguatan identitas.

Ketua Pokdarwis Bonjeruk, Mr. Usman, menegaskan festival akan terus digelar setiap tahun. “Kami berharap festival ini tidak hanya menjaga kelestarian alam, budaya, dan kuliner, tetapi juga menarik lebih banyak kunjungan wisatawan ke Bonjeruk,” katanya.

Bonjeruk Culture Festival 2025 juga mendapat dukungan dari pemerintah daerah, komunitas, serta mitra nasional seperti Bank Indonesia, Wise Steps Foundation, dan organisasi pariwisata lainnya.

Festival ini diharapkan memperkuat posisi Bonjeruk sebagai desa wisata berbasis budaya dan kuliner berkelanjutan di Lombok Tengah.

SaSaMbo Inside

Recent Posts

KAI Bandara Layani 78.226 Penumpang Selama Libur May Day 2025, Ajak Masyarakat Tertib Saat Melintas Perlintasan

PT Railink mencatat total sebanyak 78.226 penumpang menggunakan layanan KAI Bandara selama periode libur May…

11 jam ago

Lintasarta Rayakan 38 Tahun Perjalanan, Hadirkan Komitmen Empowering Beyond untuk Indonesia

Memperingati 38 tahun perjalanan transformasinya, Lintasarta, menegaskan peran sebagai Beyond AI Factory di bawah naungan…

11 jam ago

SUCOFINDO Sertifikasi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, Dorong Standar Tata Kelola dan Infrastuktur Berkelanjutan

Upaya penguatan tata kelola dan standar keberlanjutan di sektor konstruksi nasional terus didorong di tengah…

13 jam ago

Perjalanan Mahasiswa BINUS University dalam Meraih Juara 3 Pilmapres LLDIKTI Wilayah III

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa BINUS University. Stanley Nathanael Wijaya, mahasiswa Computer Science dari…

13 jam ago

Emas Berpotensi Melonjak ke 4.740, Ini Pemicunya

Harga emas dunia pada perdagangan hari Rabu (6/5) diperkirakan memiliki peluang untuk melanjutkan tren penguatan,…

14 jam ago

Ekspansi ke Filipina, Voresi Jadikan Pendidikan Nonformal Kunci Pertumbuhan Ekonomi ASEAN

Voresi, startup EdTech asal Indonesia, resmi berekspansi ke Filipina pada awal kuartal kedua tahun 2026…

16 jam ago