Pemerintahan

Kemiskinan NTB Turun, Ketimpangan Membaik di Tahun Pertama Iqbal–Dinda

Sasamboinside.com – Kabar baik datang dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Di tengah tekanan ekonomi 2025 akibat melemahnya sektor pertambangan pada awal tahun, angka kemiskinan justru berhasil ditekan.
Data September 2025 mencatat jumlah penduduk miskin NTB sebesar 637,18 ribu orang. Angka itu turun 17,39 ribu orang dibanding Maret 2025. Secara persentase, tingkat kemiskinan menyusut menjadi 11,38 persen atau turun sekitar 0,40 poin persentase.
Tak hanya itu, NTB masuk dalam sembilan besar provinsi dengan penurunan kemiskinan tertinggi secara nasional pada 2025.
Jika dibandingkan 2024, capaian ini cukup signifikan. Tahun lalu, kemiskinan NTB masih berada di kisaran 11,9–12 persen, dipengaruhi tekanan inflasi pangan dan daya beli pasca pandemi. Tahun ini menjadi titik balik ketika pemulihan mulai dirasakan kelompok bawah.
Ketimpangan Ikut Turun
Perbaikan juga terlihat dari sisi ketimpangan. Pada September 2025, Gini Ratio NTB tercatat sekitar 0,364. Angka ini lebih rendah dibanding sejumlah provinsi besar seperti Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga DKI Jakarta.
Artinya, distribusi pengeluaran di NTB relatif lebih merata. Porsi pengeluaran kelompok 40 persen terbawah bahkan sudah mencapai sekitar 19,23 persen, masuk kategori ketimpangan rendah menurut standar Bank Dunia.
Selain jumlah penduduk miskin yang turun, Indeks Kedalaman dan Keparahan Kemiskinan juga membaik. Ini menandakan kondisi warga miskin secara rata-rata semakin mendekati garis kemiskinan.
Apa Pendorongnya?
Sejumlah faktor disebut berkontribusi pada penurunan kemiskinan di tahun pertama kepemimpinan Iqbal–Dinda.
Pertama, sektor pertanian menguat. Produksi padi meningkat signifikan hingga mendekati 200 ribu ton Gabah Kering Giling. Kenaikan produksi berdampak langsung pada pendapatan petani dan serapan tenaga kerja di desa.
Kedua, UMKM dan perdagangan mulai bergerak seiring membaiknya mobilitas dan konsumsi rumah tangga yang tumbuh sekitar 4,5 persen. Sektor ini menjadi penopang utama ekonomi warga kecil.
Ketiga, program perlindungan sosial dipadukan dengan pemberdayaan seperti padat karya dan dukungan UMKM mikro. Bantuan tak hanya bersifat konsumtif, tetapi diarahkan untuk mendorong kemandirian.
Sepanjang 2025 juga tercatat penambahan tenaga kerja dan penurunan pengangguran. Bagi rumah tangga miskin, peluang kerja menjadi faktor paling menentukan.
Tahun Transisi, Hasil Tetap Positif
Capaian ini dinilai cukup berarti karena terjadi di masa transisi ekonomi daerah. Saat sektor tambang melemah dan hilirisasi baru mulai berjalan, indikator sosial justru membaik.
Ke depan, tantangan pemerintah daerah adalah menjaga momentum agar penurunan kemiskinan berlanjut dan pertumbuhan semakin merata.
Sebab pada akhirnya, keberhasilan pembangunan bukan hanya soal angka pertumbuhan, tetapi seberapa banyak warga yang bisa keluar dari kemiskinan. Dan pada tahun pertama ini, arah perbaikan itu mulai terlihat.
Heriadi

Recent Posts

Kapolres Eko Yusmiarto Imbau Wisatawan Waspada di Pantai Aan Saat Libur Lebaran Ketupat

Sasamboinside.com - Kepolisian Resor Lombok Tengah memastikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat saat libur Lebaran Ketupat…

9 jam ago

Jaga Pesona Tanjung Aan, Kapolda NTB Edy Murbowo Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Sasamboinside.com – Kapolda NTB Edy Murbowo bersama jajaran pejabat utama Polda NTB menggelar aksi gotong…

9 jam ago

Balap GT3 Dunia Hadir di Mandalika 1–3 Mei 2026, Penonton Bisa Ikut Pit Walk hingga Grid Walk

Sasamboinside.com – GT World Challenge Asia 2026 kembali digelar di Pertamina Mandalika International Circuit pada…

15 jam ago

Wabup Nursiah Turun Langsung Bantu Anak Penderita Hidrosefalus di Desa Kawo

Sasamboinside.com — Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menunjukkan komitmen nyata dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat rentan.…

16 jam ago

94 Desa di Kabupaten Lombok Tengah Sudah Terima Dana Desa, 48 Belum Cair

Sasamboinside.com – Penyaluran Dana Desa (DD) di Kabupaten Lombok Tengah hingga triwulan I (Januari–Maret) 2026…

16 jam ago

NTB Tuan Rumah Penyelenggaraan REVIEWS, Forum Ilmiah Nasional Para Dokter Spesialis Mata 2026

Sasamboinside.com - Provinsi NTB akan menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan Regional V Integrated Eye Workshop…

21 jam ago