Sasamboinside.com – Masalah klasik lahan parkir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya yang tak kunjung teratasi tampaknya akan segera menemukan titik terang.
Keterbatasan area parkir selama ini telah menyebabkan penumpukan kendaraan roda dua maupun roda empat, tidak hanya milik pengunjung, tetapi juga pegawai rumah sakit.
Imbasnya, bahu jalan di depan rumah sakit kerap dijadikan alternatif parkir, yang tak jarang menuai keluhan dari masyarakat pengguna jalan raya.
Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Tengah mengambil langkah strategis.
Bupati Lombok Tengah, H.L. Pathul, menegaskan komitmennya untuk segera mengatasi persoalan ini.
“Rumah sakit umum daerah Praya harus memiliki lahan parkir yang luas,” ujar H.L. Pathul belum lama ini.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemda Lombok Tengah berencana membebaskan lahan seluas 1,7 hektar yang berlokasi di sebelah barat RSUD Praya.
Tak tanggung-tanggung, anggaran sebesar Rp 17 miliar telah dialokasikan khusus untuk pembebasan lahan parkir ini.
“Insyaallah tahun ini kita mulai bebaskan, pembayarannya secara bertahap,” ungkap Bupati.
Direktur RSUD Praya, dr. Mamang Bagiansyah Sp.PD, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada Bupati Lombok Tengah atas perhatian besar terhadap RSUD Praya.
Baginya, penambahan area parkir merupakan kebutuhan mendesak yang sudah lama dinanti.
“Lahan parkir sangat dibutuhkan oleh rumah sakit mengingat lahan yang ada tidak mampu menampung kendaraan roda dua dan empat.
Kendaraan karyawan juga hampir tidak tertampung, belum lagi kendaraan pengunjung,” jelas dr. Mamang.
Ia optimis bahwa dengan luas 1,7 hektar, lahan baru tersebut akan mampu mengatasi seluruh masalah parkir yang ada saat ini.
“Saya rasa dengan 1,7 hektar, akan mampu menampung kendaraan karyawan dan pengunjung,” tambahnya.
dr. Mamang berharap agar proses pembebasan lahan ini dapat segera direalisasikan demi kenyamanan dan kelancaran pelayanan di RSUD Praya.