Sasamboinside.com – Warga Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, akhirnya mengambil tindakan nyata setelah merasa jengah dengan janji-janji kosong dari pemerintah desa dan para calon legislatif (caleg) yang tak kunjung terealisasi.
Secara swadaya, mereka membuka jalan baru yang menghubungkan Dusun Montong Are menuju Dusun Bulan Salak, sebuah akses vital yang diharapkan mempermudah kehidupan masyarakat setempat.
Ketua Umum Organisasi Masyarakat Laskar Rinjani, Hartono, menjelaskan bahwa jalan ini nantinya akan menjadi penghubung strategis ke sejumlah dusun lain, seperti Gubuk Kopang, Pemotoh Tengak, Montong Tanggak, Kambing Kekek, Gubuk Lendang, dan Senurus, hingga ke Desa Setiling.
“Pembukaan jalan ini sebenarnya sudah lama direncanakan, tapi sering dipolitisasi oleh oknum caleg dan calon kepala desa. Sayangnya, setelah terpilih, mereka tak pernah merealisasikan janji untuk membantu masyarakat,” ungkap Hartono dengan nada kecewa,” Sabtu, 5/4.
Kekecewaan itu memuncak hingga warga memutuskan untuk bergerak sendiri.
“Kami dari Laskar Rinjani bersama pemuda akhirnya berinisiatif tanpa ada unsur politisasi. Masyarakat mengeluh soal akses jalan, terutama saat ada yang meninggal. Dulu, untuk ke pemakaman umum, harus melewati jalan terjal yang sulit dilalui. Sekarang, dengan jalan baru ini diharapkan akses jadi lebih mudah,” tambahnya.
Hartono mengatakan, jalan yang dibuka memiliki panjang sekitar 500 meter dengan lebar 4 meter.
Proyek ini juga membutuhkan pembangunan jembatan untuk memastikan konektivitas yang optimal.
Dijelaskan, tanah yang digunakan untuk pembuatan jalan baru ini merupakan sumbangan sukarela dari warga setempat, sebuah bukti solidaritas demi kemaslahatan bersama.
Hartono menargetkan pembukaan jalan ini rampung pada tahun ini. Ia berharap pemerintah, baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun Kementerian Desa Tertinggal, turut mendukung dengan memberikan bantuan berupa perabatan jalan dan pembangunan jembatan permanen.
“Jalan ini bukan hanya untuk memudahkan akses pemakaman, tapi juga untuk meningkatkan perekonomian warga,” tegasnya.
Sementara itu, warga yang menyumbangkan tanah untuk proyek ini, seperti Haji Mursidi, Muhdin, dan Pardi, kompak menyatakan bahwa sumbangan mereka adalah bentuk amal jariah.
“Kami ingin ada jalan yang memudahkan masyarakat ke pemakaman umum dan anak-anak yang bersekolah. Ini untuk kebaikan bersama,” ujar mereka.
Inisiatif swadaya ini menjadi cerminan semangat gotong royong warga Desa Aik Berik, sekaligus sindiran halus kepada pihak-pihak yang gagal menepati janji.
Kini, harapan tertumpu pada realisasi jalan yang tak hanya membuka akses, tetapi juga membuka peluang baru bagi kehidupan yang lebih baik.