Berita

HALTE Soroti Sumpah Pimpinan PA Praya di Ruang Publik

Sasamboinside.com – Himpunan Advokat Lombok Tengah (HALTE) menyayangkan sikap pimpinan Pengadilan Agama Praya yang menuruti permintaan massa aksi untuk melakukan sumpah di atas Al-Qur’an di ruang publik, sebagaimana diberitakan dalam aksi demonstrasi pada Senin, 2 Februari 2026.
Ketua HALTE, Lalu Deny Rusmin J., S.H., menegaskan bahwa lembaga peradilan merupakan institusi yang mulia, terhormat, dan sakral, yang seharusnya dijaga marwah serta kewibawaannya dari tekanan simbolik maupun politis dalam bentuk apa pun.
“Peradilan adalah benteng terakhir keadilan. Ia berdiri bukan karena desakan massa, bukan pula karena tekanan opini, melainkan karena hukum, sumpah jabatan, dan tanggung jawab konstitusional,” tegas Lalu Deny.
Menurut Lalu Deny, sumpah jabatan hakim dan pimpinan pengadilan telah diatur secara resmi dan sah menurut undang-undang, dilakukan dalam prosesi kenegaraan yang memiliki kekuatan etik dan hukum.
Menuruti permintaan sumpah ulang di hadapan massa aksi, meskipun dimaksudkan sebagai simbol moral, berpotensi menurunkan wibawa institusi peradilan dan menciptakan preseden yang keliru dalam sistem hukum.
“Jika sumpah pimpinan pengadilan dapat diminta ulang oleh siapa pun di ruang publik, maka ke depan kewibawaan hukum bisa digeser oleh tekanan jalanan. Ini berbahaya bagi prinsip negara hukum,” lanjutnya.
HALTE menegaskan bahwa kritik, pengawasan, dan kontrol publik terhadap lembaga peradilan adalah sah dan dijamin demokrasi, namun harus disalurkan melalui mekanisme yang konstitusional, beradab, dan bermartabat, seperti laporan resmi ke Badan Pengawasan Mahkamah Agung atau Komisi Yudisial, bukan melalui simbolisasi yang menempatkan hakim dalam posisi defensif di hadapan massa.
“Begitu mulia dan terhormat lembaga peradilan ini, sehingga ia tidak boleh diperlakukan sebagai objek legitimasi massa. Hakim bertanggung jawab kepada Tuhan, hukum, dan nurani, bukan kepada tekanan demonstrasi,” ujar Lalu Deny.
HALTE mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi mahasiswa dan sipil, untuk tetap kritis namun menjunjung etika hukum, serta bersama-sama menjaga marwah peradilan sebagai pilar utama keadilan dan kepastian hukum.
Di akhir pernyataannya, HALTE menegaskan komitmen untuk terus mengawal penegakan hukum di Lombok Tengah secara objektif, berimbang, dan berlandaskan hukum, sembari tetap menghormati independensi dan kehormatan lembaga peradilan.
SaSaMbo Inside

Recent Posts

Ribuan Warga Tumpah Ruah Meriahkan Semarak Festival Rakyat Desa Lajut

Sasamboinside.com - Lebih dari 5.000 masyarakat Desa Lajut, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah, memadati kawasan…

4 jam ago

MotoGP Mandalika 2026 Buka 2.500 Lowongan Volunteer untuk Warga NTB

Sasamboinside.com – Penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang akan berlangsung pada 9–11 Oktober…

18 jam ago

Tiga Pencuri 20 Chromebox SMP Al Mansyur NW Praya Dibekuk Polisi

Sasamboinside.com - Tiga terduga pelaku pencurian komputer sekolah di SMP Al Mansyur NW Praya, Kecamatan…

18 jam ago

Warga Praya Tengah Ditemukan Tenggelam Saat Mencari Ikan di Bendungan Batujai

Sasamboinside.com - Seorang warga Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah, ditemukan tenggelam saat mencari ikan…

18 jam ago

Penyidik Kirim Berkas Kasus Dugaan Korupsi Bapang Desa Pandan Indah ke Jaksa

Sasamboinside.com - Penanganan kasus dugaan korupsi penyelewengan beras program bantuan pangan (bapang) di Desa Pandan…

20 jam ago

Tim Paskibraka Lombok Tengah 2026 Siap Tampil Maksimal pada HUT ke-81 RI

Sasamboinside.com - Tim Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Lombok Tengah tahun 2026 dinyatakan siap…

21 jam ago