FP4 NTB Silaturahmi dengan Kapolres Loteng, Bahas Sinergitas Penegakan Hukum dan Pembangunan Citra Polri

Sasamboinside.com – Forum Peduli Pembangunan dan Pelayanan Publik (FP4) Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar silaturahmi dengan Kapolres Lombok Tengah, AKBP Eko Yusmiarto S.I.K, Rabu (9/4/2025).

Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat sinergitas antara FP4 dan kepolisian dalam upaya penegakan hukum serta mendukung pembangunan citra positif Polri di tengah masyarakat.

Kedatangan rombongan FP4 disambut hangat oleh Kapolres Lombok Tengah, AKBP Eko Yusmiarto S.I.K.

Pertemuan di ruangan Kapolres tersebut berlangsung santai dan penuh rasa kekeluargaan.

Dalam pertemuan tersebut, berbagai ide dan gagasan dibahas, termasuk konsep pembangunan citra Polri yang lebih dekat dengan masyarakat.

Selain itu, isu-isu hukum yang sedang menjadi perhatian publik juga menjadi topik diskusi, salah satunya kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan oknum pengacara di Desa Kabul, Kecamatan Praya Barat Daya.

Kabid Hukum FP4, Achmad Syaifullah, SH, MH, yang juga kuasa hukum korban dalam kasus tersebut, menyampaikan harapannya agar penanganan kasus dilakukan secara profesional dan transparan.

“Kami berharap penegakan hukum dalam kasus ini dapat memberikan kepastian hukum kepada masyarakat, mengingat perkara ini melibatkan oknum penegak hukum, yaitu pengacara,” ujarnya.

Diketahui, kasus tersebut sebelumnya ditangani Polsek Praya Barat Daya dan kini telah dilimpahkan ke Polres Lombok Tengah.

Sementara itu, Sekretaris FP4, Deny Rusmin, mengusulkan sejumlah ide untuk memperkuat kerja sama dengan Polres Lombok Tengah.

Salah satunya adalah program “Police Go to School”, di mana kepolisian bekerja sama dengan sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi kepada guru dan siswa tentang bahaya narkoba.

Deny juga berharap agar ada sinergitas FP4 dan Polres Loteng untuk program pemberian bingkisan kepada purnawirawan polisi.

“Dulu sempat ada program pemberian bingkisan kepada purnawirawan, tapi program itu belum bisa terlaksana. Harapannya semoga kedepan bisa kita jalin komunikasi sehingga hal hal yang bersifat membangun citra polisi bisa terwujud melalui sinergitas dengan FP4,” ungkap Deny.

Deni mengatakan, Kapolres sangat terbuka dalam menerima kritik dan masukan. Menurutnya hal itu sebagai bagian dari upaya membangun kinerja kepolisian yang lebih baik di wilayah hukum Lombok Tengah.

“Hal ini menunjukkan bahwa Kapolres Loteng yang baru adalah sosok yang open mind terhadap kritik dan masukan yang datang dari berbagai elemen masyarakat. Beliau memandang bahwa kritik adalah sesuatu yang sangat wajar dalam proses demokrasi di Republik Indonesia,” ujarnya.

Kapolres Lombok Tengah, AKBP Eko Yusmiarto S.I.K, mengapresiasi kunjungan FP4 dan menyampaikan terima kasih atas inisiatif untuk bersinergi.

“Saya berharap kerja sama dengan FP4 dan pihak lain dapat menciptakan situasi yang kondusif di wilayah Lombok Tengah,” katanya.

Kapolres berterimakasih terhadap peran aktif lembaga masyarakat dalam memberikan kritik dan masukan yang membangun citra kepolisian.

“Kami sangat senang ada masukan masukan yang  membangun, sekiranya itu ada hal yang terlewati oleh kita maka kami berterimakasih kepada teman teman lembaga masyarakat yang mengingatkan kami,” jelasnya.

Terkait kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan oknum pengacara, Kapolres menegaskan akan mengevaluasi lebih lanjut.

“Nanti saya cek masalah itu. Kalau memang diproses ya diproses. Kalau selama memenuhi unsur ya kita tindak,” tegasnya.

Silaturahmi ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi antara FP4 dan Polres Lombok Tengah dalam menciptakan keamanan, ketertiban, serta pembangunan yang lebih baik di wilayah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *