Sasamboinside.com – Aliansi Masyarakat Menggugat menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Desa Bagu, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah pada Selasa (18/3/25).
Aksi ini digelar untuk menuntut kejelasan terkait kinerja pemerintahan desa yang dinilai gagal total oleh masyarakat.
Ratusan warga turut serta dalam aksi tersebut, menyuarakan kekecewaan mereka terhadap kepemimpinan kepala desa dan jajarannya.
Koordinator Lapangan (Korlap) Aliansi Masyarakat Menggugat, Hanafi, menyatakan bahwa pemerintahan Desa Bagu telah gagal melanjutkan kemajuan yang telah dirintis oleh pemerintahan sebelumnya.
Dalam orasinya, ia menyoroti sejumlah masalah yang menjadi sorotan utama masyarakat.
“Kami menuntut kejelasan terkait pembangunan kantor desa yang roboh, Rehab Rumah di Dusun Bagu Barat, dan kinerja kepala desa dan staf yang tidak memuaskan,” tegas Hanafi.
Hanafi juga menyinggung janji-janji pemerintahan desa yang hingga kini tak kunjung ditepati. Salah satunya adalah perbaikan kantor desa yang sudah roboh sejak lama.
“Kami telah menunggu selama 7 tahun lebih, namun pemerintahan Desa Bagu belum juga memperbaiki kantor desa yang roboh,” keluhnya.
Aksi ini diwarnai kekecewaan mendalam warga Desa Bagu yang merasa dikecewakan oleh kinerja pemerintahan desa.
Mereka menuntut adanya perbaikan segera serta pertanggungjawaban atas berbagai kegiatan yang dianggap tidak transparan.
“Jika tidak ada kejelasan sampai akhir bulan Ramadhan ini, kami akan mengajak semua masyarakat turun untuk mengadili kepala desa dan jajaran nya untuk diadili dan dimintakan pertanggungjawaban nya secara bersama-sama,” ancam Hanafi.
Tak hanya menuntut perbaikan kinerja, Aliansi Masyarakat Menggugat juga mengambil langkah nyata dengan mengumumkan rencana membuka 1000 kotak donasi.
Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membangun desa secara mandiri.
“Kami ingin membuktikan bahwa masyarakat Desa Bagu dapat membangun desa sendiri tanpa harus menunggu pemerintahan desa,” pungkasnya.
Aksi demonstrasi yang awalnya berlangsung damai ini berakhir ricuh. Keributan terjadi antara demonstran dan staf desa yang berada di lokasi.
Hingga berita ini diturunkan, tidak ada tanggapan dari Kepala Desa Bagu, Lalu Jelidra kendati sudah dikonfirmasi.