Diduga Jadi Mafia Pupuk Subsidi, Ketua LSM Garda NTB Dilaporkan

Sasamboinside.com – Ketua Umum LSM Garda NTB, Sohli alias Holik, diduga terlibat dalam praktik mafia pupuk subsidi. Dugaan tersebut mencuat setelah Sekretaris Komunitas Pemerhati Pembangunan Desa (KPPD), Ahmad Zamharir, S.I.Kom, melaporkan kasus ini kepada pihak berwenang.

Menurut Zamharir, indikasi kuat keterlibatan Holik dalam mafia pupuk terlihat dari pola distribusi pupuk subsidi yang tidak sesuai prosedur.

Beberapa petani yang membutuhkan pupuk justru harus membelinya dari Holik, yang diduga menyimpan stok pupuk tersebut di dua lokasi, yakni di rumah “L” di Montong Praje Timur dan di rumah “R” di Dusun Pengenjek Daye.

“Pupuk tersebut dijual dengan harga yang bervariasi, mulai dari Rp 400.000 hingga Rp 500.000 per sak. Padahal, sesuai aturan, Harga Eceran Tertinggi (HET) hanya Rp 225.000. Ini jelas melanggar aturan dan merugikan petani,” tegas Zamharir, yang akrab disapa Petir pada Senin 17/3.

Lebih lanjut, ia mempertanyakan asal-usul pupuk subsidi yang dijual oleh Holik, mengingat yang bersangkutan bukan seorang pengecer resmi.

“Jika dia bukan pengecer, lalu dari mana dia mendapatkan pupuk subsidi tersebut? Ini harus menjadi perhatian serius pihak kepolisian untuk menelusuri sumber pupuk tersebut,” tambahnya.

KPPD mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas dugaan mafia pupuk ini. Pasalnya, praktik semacam ini sangat merugikan petani yang seharusnya mendapatkan pupuk dengan harga subsidi sesuai ketentuan pemerintah.

Hingga berita ini diterbitkan, Ketua LSM Garda NTB Sohli alias Holik belum memberikan tanggapan terkait hal tersebut saat dikonfirmasi sasamboinside.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *