Berita

Dewan Mayuki Dorong Pemberdayaan Ponpes Ketimbang Bangun Sekolah Rakyat

Sasamboinside.com – Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Lombok Tengah, Haji Mayuki, meminta pemerintah daerah lebih memprioritaskan pemberdayaan pondok pesantren (ponpes) yang telah ada ketimbang membangun sekolah rakyat baru.

Pernyataan ini disampaikan Mayuki untuk lebih mengoptimalkan pendidikan berbasis masyarakat yang telah terbukti berdikari dan berdedikasi.

“Bukan kami tidak mendukung sekolah rakyat, tetapi kami dari Komisi IV berharap pemerintah lebih memberdayakan ponpes yang lahir dari inisiatif dan swadaya masyarakat. Ponpes ini dibangun tanpa mengharapkan bantuan dana dari awal, namun mampu berjalan bahkan melampaui kualitas sekolah negeri dalam beberapa aspek,” ujar Haji Mayuki, (10/4/25).

Menurutnya, ponpes memiliki keunggulan dalam kebersamaan dan komitmen untuk mencerdaskan bangsa serta meningkatkan sumber daya manusia di Lombok Tengah.

Ia menyoroti bahwa sekolah negeri kerap terikat aturan dan bergantung pada bantuan daerah, sehingga kurang memiliki inisiatif mandiri.

Sebaliknya, ponpes mampu menghasilkan pendidikan berkualitas dengan keterbatasan sumber daya.

“Ponpes telah berkontribusi besar dalam menuntaskan pendidikan dan meningkatkan kualitas SDM. Mengapa kita tidak fokus meningkatkan kualitas yang sudah ada, ketimbang membangun yang baru? Biaya pembangunan baru bisa membengkak, apalagi dengan anggaran yang sudah diefisiensi,” tambahnya.

Haji Mayuki juga mempertanyakan urgensi sekolah rakyat baru, terutama di wilayah yang sudah memiliki ponpes dan sekolah lain.

Ia juga menyinggung masalah tata kelola izin pendirian sekolah yang tidak konsisten.

“Contohnya, ada yayasan yang ingin mendirikan SMP baru padahal di sekitarnya sudah ada SMP dan madrasah tsanawiyah, bahkan sekolah negeri. Ini menunjukkan perlunya penataan mekanisme perizinan,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa sekolah rakyat mungkin diperlukan di lokasi tertentu yang benar-benar kekurangan fasilitas pendidikan, tetapi hal ini harus dikaji secara mendalam.

“Di Lombok Tengah sudah ada lebih dari 300 ponpes dengan jenjang pendidikan lengkap, dari PAUD hingga setara SMA. Kami sedang menyusun Perda Penyelenggaraan Ponpes untuk memperkuat regulasi,” ungkapnya.

Haji Mayuki berharap pemerintah fokus memberdayakan ponpes melalui peningkatan kualitas guru dan fasilitas penunjang.

“Daripada membangun baru, lebih baik kita perbaiki apa yang sudah ada. Itu lebih efektif dan efisien,” tutupnya.

SaSaMbo Inside

Recent Posts

Lindungi Warga dari Dampak Kebakaran, Dinkes Loteng Bagikan 1.000 Masker

Sasamboinside.com - Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah bersama petugas kesehatan melakukan pembagian masker kepada masyarakat,…

1 jam ago

Kebakaran Kampung Adat Sade, ITDC dan BUMN Bergerak Bantu Warga Terdampak

Sasamboinside.com - Pasca kebakaran yang melanda Kampung Adat Sasak Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten…

2 jam ago

Produk Kreatif NTB Siap Mejeng di Official Merchandise MotoGP Mandalika 2026

Sasamboinside.com - Menjelang gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, kolaborasi untuk mengangkat produk kreatif lokal…

2 jam ago

Alfa Dera Tinggalkan Lombok Tengah, Bawa Jejak Transparansi dan Kedekatan dengan Masyarakat

Sasamboinside.com — Selama menjalankan tugas sebagai Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Lombok Tengah, Alfa Dera…

13 jam ago

Rapim Pemprov NTB: Gubernur Miq Iqbal Benahi Mesin Pemerintahan NTB

Sasamboinside.com — Gubernur Nusa Tenggara Barat H. Lalu Muhamad Iqbal terus membenahi “mesin” Pemerintah Provinsi…

1 hari ago

Kita Gak Sendirian? Misteri Alien Menurut Al-Qur’an dan Sains Modern!

“Sambil ngopi sore di pinggir Pantai Senggigi atau lagi nyantai menikmati angin perbukitan di Sembalun,…

2 hari ago