Berita

Dewan Loteng Minta Dampak MotoGP Mandalika Dirasakan Warga

Sasamboinside.com – Kesuksesan penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 mendapat apresiasi dari DPRD Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Namun, keberhasilan ajang balap motor kelas dunia itu dinilai tidak cukup hanya diukur dari kelancaran acara dan jumlah kunjungan wisatawan.

Ketua DPRD Lombok Tengah, HL Ramdan, meminta pemerintah daerah memastikan penyelenggaraan MotoGP di Sirkuit Mandalika memberikan dampak ekonomi yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat setempat.

Hal itu disampaikan Ramdan dalam Rapat Paripurna DPRD Lombok Tengah dengan agenda peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kabupaten Lombok Tengah sekaligus penyampaian penjelasan nota keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang APBD Tahun Anggaran 2027 di ruang rapat DPRD setempat, Rabu (14/10/2026).

Dalam pidatonya, Ramdan menyebut penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 kembali menempatkan Lombok Tengah sebagai salah satu pusat perhatian dunia.

Dia mengapresiasi pemerintah daerah dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung pelaksanaan ajang balap internasional tersebut.

Menurut Ramdan, keberhasilan itu menjadi kebanggaan bersama sekaligus menunjukkan besarnya potensi Lombok Tengah untuk berkembang sebagai destinasi pariwisata berkelas internasional.

Namun, dia mengingatkan agar kebanggaan tersebut diikuti upaya konkret untuk memastikan manfaat ekonomi MotoGP benar-benar dirasakan masyarakat.

“Keberhasilan penyelenggaraan MotoGP tidak boleh hanya diukur dari lancarnya pelaksanaan kegiatan dan besarnya jumlah kunjungan wisatawan. Lebih dari itu, kita harus memastikan bahwa kegiatan berskala internasional ini memberikan dampak ekonomi yang nyata, berkelanjutan, dan dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat,” kata Ramdan.

Ramdan berharap MotoGP Mandalika dapat terus dipertahankan dan diselenggarakan secara berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang.

Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah daerah diminta memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi NTB, pengelola kawasan, penyelenggara, serta seluruh pemangku kepentingan.

Menurut dia, keberlanjutan MotoGP perlu diiringi strategi untuk mengoptimalkan berbagai peluang ekonomi yang muncul dari kedatangan wisatawan dan aktivitas pendukung selama ajang berlangsung.

Peluang tersebut, kata Ramdan, harus dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), menggerakkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat lokal.

Selain itu, sektor perhotelan dan penginapan, transportasi, kuliner, ekonomi kreatif, serta industri pariwisata lainnya diharapkan ikut menikmati manfaat dari penyelenggaraan MotoGP.

Ramdan menilai, manfaat ajang internasional tersebut semestinya tidak berhenti ketika perlombaan berakhir.

“Dengan demikian, manfaat MotoGP tidak hanya dirasakan pada saat perlombaan berlangsung, tetapi juga mampu memberikan multiefek bagi perekonomian masyarakat sepanjang tahun,” ujarnya.

Selain dampak ekonomi, Ramdan menyoroti pentingnya pembenahan destinasi wisata di Lombok Tengah agar mampu menarik wisatawan di luar periode penyelenggaraan MotoGP.

Dia meminta peningkatan kualitas pelayanan, penataan infrastruktur, kebersihan lingkungan, keamanan, dan kenyamanan wisatawan terus menjadi perhatian pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan.

Menurut Ramdan, Mandalika memiliki potensi yang lebih luas daripada sekadar menjadi lokasi penyelenggaraan balapan internasional.

Kawasan tersebut juga memiliki keindahan alam, kekayaan budaya, serta keramahan masyarakat yang dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Kita ingin agar Mandalika tidak hanya dikenal karena penyelenggaraan MotoGP, tetapi juga karena keindahan alam, kekayaan budaya, keramahan masyarakat, serta kualitas pelayanan pariwisatanya,” kata Ramdan.

Dia menegaskan, DPRD memandang keberlanjutan MotoGP harus menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah yang terencana dan terukur.

Karena itu, setiap dukungan dan fasilitas yang diberikan untuk penyelenggaraan ajang tersebut perlu sebanding dengan manfaat yang diperoleh daerah dan masyarakat.

Ramdan berharap MotoGP Mandalika dapat terus menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi Lombok Tengah, sekaligus membuka lebih banyak peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

SaSaMbo Inside

Recent Posts

HUT ke-81 Lombok Tengah, Miq Iqbal Tekankan Pemerataan Pembangunan

Sasamboinside.com - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa kemajuan Kabupaten Lombok…

9 jam ago

MotoGP Mandalika Catat 157.875 Penonton, Rata-rata Belanja Tembus Rp 8,56 Juta Per Orang

Sasamboinside.com – Dampak ekonomi sebesar Rp5,2 triliun dan rekor 157.875 pengunjung menandai keberhasilan Pertamina Grand…

10 jam ago

Ulama Kharismatik NTB Wafat, Bupati Pathul: Kami Kehilangan Sosok Teladan

Sasamboinside.com – Kepergian ulama karismatik Nusa Tenggara Barat (NTB), TGH Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin atau…

12 jam ago

Ribuan Warga Loteng Jadi PMI, Dewan Pertanyakan Lapangan Kerja

Sasamboinside.com – Penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), dinilai belum…

14 jam ago

HUT ke-81 Lombok Tengah, DPRD Tekankan Sinergi untuk Wujudkan Kesejahteraan

Sasamboinside.com – Momentum Hari Jadi ke-81 Kabupaten Lombok Tengah menjadi pengingat pentingnya kebersamaan dan sinergi…

14 jam ago

Temukan Video Asusila Almarhum Suami dan Wanita Lain, IRT di Mataram Lapor Polisi

Sasamboinside.com — Seorang pegawai Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio dan Infrastruktur Digital Kelas I Mataram…

16 jam ago