Sasamboinside.com – Kasus kematian tragis Brigadir Polisi Esco Faska Rely, anggota intel Polsek Sekotong, Polres Lombok Barat, terus mendapat sorotan.
Setelah hampir satu bulan sejak peristiwa naas itu terjadi, ayah korban bersama Badan Pimpinan Wilayah (BPW) Perkumpulan Advocaten Indonesia (PAI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Dr. Lalu Anton Hariawan SH MH dan rekan menyatakan siap membuka tabir gelap kematian almarhum.
Brigadir Esco ditemukan tewas mengenaskan tidak jauh di belakang rumahnya, di Dusun Nyiur Lembang, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, pada Sabtu (24/8/2024) lalu.
Hingga kini, keluarga menilai kasus tersebut belum menunjukkan perkembangan signifikan.
Keseriusan pengungkapan kasus ini ditunjukkan BPW PAI NTB dengan mendatangi Polres Lombok Barat pada Selasa, 16/9/25 dan Polda NTB Rabu, 17/9/25.
Kehadiran mereka dilakukan setelah menerima kuasa hukum resmi dari ayah almarhum Brigadir Esco.
Ketua BPW PAI NTB, Muhanan SH MH, menjelaskan pihaknya bersama ayah korban mendatangi Polres Lombok Barat dan Polda NTB untuk menanyakan kejelasan penanganan perkara.
Pasalnya, hampir satu bulan sejak peristiwa itu, belum ada satu pun pelaku yang ditetapkan sebagai tersangka.
“Kami datang untuk meminta kejelasan. Sampai sekarang belum ada pelaku yang ditahan, padahal kasus ini sangat jelas merupakan pembunuhan, sudah terang benderang. Kami mendesak aparat agar segera menangkap pelaku,” tegas Muhanan.
Ia menambahkan, tidak hanya aktor utama, tetapi seluruh pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa tragis tersebut harus diproses hukum.
“Kita dijanjikan dalam minggu ini oleh Kapolres bahwa akan ada penetapan tersangka. Kami akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas. Semua yang terlibat harus bertanggung jawab,” ujarnya menegaskan.
Kedatangan BPW PAI NTB bersama ayah almarhum Esco diterima langsung oleh Kapolres Lombok Barat, AKBP Yasmara Harahap, Wakapolres, Kasatreskrim dan Kanit Pidum.
Sedangkan di Polda NTB diterima Kasubdit Jatanras Ditreskrim Polda NTB.
Pihak keluarga berharap janji penetapan tersangka segera direalisasikan, agar kasus kematian Brigadir Esco tidak berlarut-larut.
“Seperti yang disampaikan Pak Kapolres dalam minggu ini akan ada penetapan tersangka. Kami tunggu itu,” kata Muhanan.
Polisi Periksa Intensif Istri Brigadir Esco dan Sembilan Saksi Lainnya
Penyidik Polres Lobar dan Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mendalami kasus kematian Brigadir Polisi Esco Faska Rely.
Istri almarhum, Brigadir Rizka S ikut menjalani pemeriksaan intensif bersama sembilan orang lainnya.
Dari informasi yang diterima media ini, pemeriksaan dilakukan maraton sejak Senin (15/9/2025).
“Informasi yang saya dapatkan ada 10 orang yang diperiksa, termasuk istri almarhum. Mereka diperiksa mulai hari Senin,” ujar sumber yang enggan disebut namanya, Rabu (17/9/2025).
Hingga Rabu pagi, kesepuluh orang tersebut masih dalam pemeriksaan. Namun, pada siang hari diketahui tujuh orang sudah dipulangkan, sementara tiga orang lainnya masih dimintai keterangan.
Informasi yang didapatkan bahwa Polda NTB juga mengagendakan gelar perkara penetapan tersangka.
Gelar perkara itu dilakukan setelah penyidik melakukan pemeriksaan terhadap ahli kriminologi, ahli pidana, serta menggunakan alat poligraf (lie detector) terhadap sejumlah saksi.
Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., M.M. yang di konfirmasi belum memberikan tanggapan terkait hal tersebut hingga berita ini ditayangkan.