Berkah Program MBG, SMK Pariwisata NWDI Aik Bual Kebanjiran Pesanan Roti

Sasamboinside.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membawa berkah tersendiri bagi SMK Pariwisata NWDI Aik Bual di Kecamatan Kopang, Lombok Tengah. Melalui dapur produksi yang dikelola sekolah, roti hasil karya siswa dan guru kini kebanjiran pesanan dari sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah di Pulau Lombok.
Geliat usaha berbasis pendidikan di sekolah tersebut terus berkembang seiring meningkatnya permintaan roti untuk kebutuhan dapur MBG. Pesanan tidak hanya datang dari wilayah Lombok Tengah, tetapi juga dari Lombok Timur hingga Lombok Barat.
Kepala SMK Pariwisata NWDI Aik Bual, Hairul Anam, M.Pd, mengatakan meningkatnya permintaan roti tersebut selaras dengan program Teaching Factory (Tefa) yang dijalankan sekolah, khususnya di bidang pastry.
Program ini menggabungkan pembelajaran di kelas dengan praktik industri sehingga siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga memproduksi langsung produk yang siap dipasarkan.
“Alhamdulillah, program yang kami jalankan di SMK Pariwisata NWDI Aik Bual melalui teaching factory di bidang pastry mulai menunjukkan hasil. Produk roti yang dibuat siswa tidak hanya masuk ke pasar umum, tetapi juga banyak dipesan oleh dapur MBG,” ujar Hairul Anam.
Ia menjelaskan, dapur produksi roti di sekolah kini mampu menghasilkan hingga sekitar 3.000 roti per hari untuk memenuhi berbagai pesanan dari dapur SPPG. Bahkan, meningkatnya produksi tersebut turut membuka peluang kerja baru bagi masyarakat sekitar yang terlibat dalam proses produksi.
“Alhamdulillah, dengan meningkatnya produksi ini kami juga bisa membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat di dapur produksi roti sekolah,” tambahnya.
Untuk menjaga kualitas produk, pihak sekolah memastikan seluruh proses produksi mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) industri, mulai dari pemilihan bahan, kebersihan dapur, hingga aspek legalitas usaha. Saat ini, produk roti SMK Pariwisata NWDI Aik Bual juga telah dilengkapi dengan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikat halal dari MUI.
Sejumlah dapur SPPG di Lombok Tengah yang rutin dilayani antara lain SPPG Desa Aik Bual, SPPG Desa Peseng, SPPG Desa Bakan, serta SPPG Montong Gamang dan beberapa dapur lain di Kecamatan Kopang. Sementara di Lombok Timur, pesanan datang dari SPPG Jenggik Utara dan SPPG Pringga Jurang. Bahkan, beberapa dapur SPPG di wilayah Lombok Barat juga mulai memesan roti produksi sekolah tersebut.
Hairul Anam berharap, keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk terus mengembangkan keterampilan sekaligus memperkuat peran sekolah kejuruan sebagai pusat pendidikan yang produktif dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Ini menjadi bukti bahwa SMK tidak hanya tempat belajar, tetapi juga bisa menjadi pusat produksi yang memberi dampak ekonomi dan sosial bagi lingkungan sekitar,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *